(Taiwan, ROC) – Telah terjadi kasus demam berdarah pertama di Tainan untuk tahun ini. Perdana Menteri (PM) Chang San-cheng (張善政) pada hari ini (24/03) dalam sidang di Yuan Eksekutif mengatakan, wakil PM Woody Duh (杜紫軍) pada siang hari ini akan mengadakan rapat pembahasan. Dia juga meminta setiap badan untuk memasukkan pencegahan demam berdarah sebagai salah satu inti dalam serah terima jabatan dan pada tanggal 20 April mendatang, mengundang para legislator baru untuk ikut serta dan membahas dalam pengintegrasian.
Kasus demam berdarah Taiwan pertama tahun ini di Tainan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lebih awal 2 bulan. Walikota Tainan Lai Ching-te (賴清德) mengumumkan, Tainan mulai memasukki musim demam berdarah.
PM Chang San-cheng dalam rapat Yuan Eksekutif hari ini (24/03) mengatakan, seperti yang pernah dikatakan oleh para ahli asing, demam berdarah merupakan tanda peralihan dari musim dingin, sehingga masyarakat seharusnya dapat merespon lebih cepat. PM mengatakan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan seharusnya memiliki koneksi yang baik dengan pemerintah kota Tainan, sehingga dapat segera mendirikan kantor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) apabila dibutuhkan lebih awal. Selain itu juga mengundang para legislator baru untuk ikut serta dalam rapat pertemuan, agar dapat segera dilaksanakan dalam proses integrasi nantinya. Juru bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun (孫立群) mengatakan, “Tim Yuan Eksekutif akan terus memantau keadaan penyakit, dikarenakan anggota legislative baru akan ditetapkan pada tanggal 20 April, jadi dari tanggal 20 April hingga 20 Mei, dapat mengumpulkan seluruh legislator terkait untuk rapat bersama membahas tentang cara pencegahan agar tidak ada kekosongan dalam intergrasi, dengan lacar meneruskan.”
Chang San-cheng juga mengatakan, Yuan Eksekutif telah menyerahkan tanggung jawab ini kepada anggota dewan Chung Char-dir (鐘嘉德) untuk mengundang para ahli agar dapat segera mengumpulkan contoh dari kumpulan nyamuk untuk dilakukan penelitian. Tahun ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar NT$ 200 juta untuk melakukan penelitian terkait pencegahan penyakit tersebut. Dia juga telah meminta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan apakah akan melanjutkan proses pengawasan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Selain itu, wakil PM, Woody Duh pada siang hari ini akan melakukan rapat pembahasan terkait tindak pencegahan penyakit terkait.