(Taiwan, ROC) Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(3/22) bertemu dengan mantan anggota kongres Jepang, Nakada Hiroshi beserta istri. Presiden Ma mengatakan, kerjasama bidang perdagangan bilateral Taiwan-Jepang masih terdapat lingkup yang luas, tidak memperhatikan apakah Taiwan terlebih dahulu bergabung dalam kemitraan Trans Pasifik atau terlebih dahulu melakukan pembahasan kerjasama dengan Jepang, kedua hal ini sangat membantu.
Nakada Hiroshi pernah menjabat anggota kongres ke-4 dan walikota kota Yokohama, pernah menjadi anggota dari Nikka giin kondankai yakni aliansi lintas-partai anggota parlemen. Saat Nakada Hiroshi menjabat sebagai walikota kota Yokohama, Ia sangat membantu Taipei, Taichung dan Kaoshiung ikut berpartisipasi dalam organisasi asia internasional Citynet, bahkan secara giat mempromosikan penerbangan langsung bandara Haneda- Sungshan
Sehubungan dengan hal ini, dalam pertemuan Presiden Ma secara khusus mengemukakan, saat pertama kalinya Beliau ikut dalam pemilihan presiden, menjadikan jalur penerbangan emas Asia Timur Laut sebagai pandangan politik utama, kemudian secara bertahap membangun jalur penerbangan Taipei, Tokyo, Seoul dan Shanghai; setelah itu, melakukan penandatanganan kerjasama lintas udara, dapat dikatakan sebagai suatu reformasi baru kerjasama bilateral bidang penerbangan. Presiden mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan Taiwan-Jepang semenjak sebelum Ia menjabat dengan jumlah wisatawan semula 2,5 juta per orang per kali meningkat menjadi 5,4 juta per orang per kali, kota besar lainnya dari kedua belah pihak saling bekerjasama, hal ini sangat mengagumkan.
Presiden Ma mengemukakan kedua belah pihak masih dapat bekerjasama dalam banyak bidang. Presiden Ma mengatakan, “Jepang saat ini bergabung dengan TPP, Jepang juga sangat mengharapkan partisipasi Taiwan dalam TPP, di bidang ini, saya merasa kerjasama kedua belah pihak masih memiliki banyak ruang lingkup, baik Taiwan bergabung dengan TPP dahulu atau terlebih dulu melakukan pembahasan dengan Jepang, dalam hal ini kedua belah pihak sangat menguntungkan.”
Selain itu, Presiden mengatakan, setelah Taiwan-Jepang kembali menjalin hubungan telah melakukan penandatanganan 61 perjanjian kerjasama, 8 tahun yang lalu ada 28 kerjasama mencapai 45%, hal yang sangat luar biasa; terutama perjanjian kerjasama di sektor perikanan, kedua belah pihak mengesampingkan persengketaan, kekuatan ditempatkan pada saling berbagi sumber daya, kedua pihak sepakat memfokuskan pada ekonomi dan makna strategis.