Penghentian mesin nomor 2 di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama sepanjang empat hari beberapa saat lalu telah mengakibatkan kerugian sebesar NTD200 juta, demikian diungkapkan general manager Taipower Huang Chong-giu (黃重球).
Saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif Senin (21 Maret), Huang menerangkan, hasil investigasi menemukan, penghentian mesin nomor 2 di PLTN pertama disebabkan oleh kesilapan pegawai menganggapnya sebagai mesin nomor 1, dan personel bersangkutan ini telah diberi peringatan dan dijatuhkan hukuman.
Sementara itu, perihal apakah penghentian penggunaan PLTN akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun setelah inaugurasi presiden baru Tsai Ing-wen, Huang beranggapan, andaikata mesin nomor 1 PLTN pertama bisa beroperasi kembali dengan normal sebelum musim panas tahun ini, penghentian penggunaan PLTN tidak akan dilaksanakan sebelum musim panas tahun depan.