History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan hendaknya mempertimbangkan kembali kepentingan India setelah Narendra Modi terpilih sebagai Perdana Menteri

  • 19 May, 2014
  • Editor
Taiwan hendaknya mempertimbangkan kembali kepentingan India setelah Narendra Modi terpilih sebagai Perdana Menteri
Perdana Menteri terpilih India Narendra Modi

Taiwan hendaknya mempertimbangkan kembali kepentingan India setelah Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata memenangkan pemilihan umum Lok Sabha (Majelis Rendah) Parlemen India priode ke 16 pada 16 Mei lalu.

Pasalnya, Modi adalah tokoh politik India yang mendukung Taiwan dalam hatinya, sementara partainya juga selalu bersikap lebih bersahabat terhadap Taiwan dibandingkan partai berkuasa sekarang Partai Kongres.

Modi yang akan resmi dilantik pada pekan ini pernah mengutarakan, India dan Taiwan, yang masing-masing unggul dalam bidang perangkat lunak dan keras komputer seharusnya “bekerja sama bagaikan badan dan jiwa manusia,” dan dalam situs internet pribadinya, Modi juga menyenggol Taiwan sebagai salah satu negara yang pernah dikunjunginya.

Selain itu, mayoritas anggota Tim Persahabatan dengan Taiwan dibawah Parlemen India yang didirikan pada 20 April, 2005 juga adalah anggota Partai Bharatiya Janata yang akan segera mendominasi Kabinet baru India setelah Modi resmi dilantik.

Hubungan Taiwan dan Partai Bharatiya Janata sebenarnya sudah mulai dijalin tujuh tahun lalu ketika Presiden Ma Ying-jeou berkunjung ke India dengan status calon presiden Partai Kuomintang (KMT) dan menemui Ketua Partai Bharatiya Janata yaitu Rajnath Singh pada 13 Juni, 2007.

Dengan diperolehnya status partai berkuasa oleh Partai Bharatiya Janata, hubungan Taiwan-India diperkirakan akan menjadi lebih erat di masa depan, maka ada perlunya bagi Taiwan untuk mempertimbangkan kembali kepentingan India.

Komentar

Terbarumore