Menteri Tenaga Kerja Pan Shih-wei menyangkal laporan media bahwa penggunaan tenaga kerja asing dengan upah lebih murah adalah salah satu penyebab terus tidak naiknya upah tenaga kerja di Taiwan.
Ketika menyampaikan laporan di Komisi Kesejahteraan Sosial, Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan Yuan Legislatif pada hari Senin, Pan menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mengindikasikan koneksi antara level upah yang rendah dan tenaga kerja, dan bahwa argumen tersebut harus didukung oleh “analisis dan bukti lebih kuat” untuk bisa dipertimbangkan dengan serius.
Pan Shih-wei mengatakan, “Ini adalah masalah yang harus dipertimbangkan secara keseluruhan, yang mungkin harus dianalisis lebih lanjut sebelum ditemukannya bukti lebih kuat. Menurut pandangan saya, masalah ini tidak sesederhana ini. Lapangan kerja bagi buruh Taiwan sebenarnya telah bertambah, pada saat yang sama meningkatnya jumlah buruh asing juga menunjukkan kemakmuran ekonomi sudah bangkit kembali dan semakin banyak pengusaha membutuhkan tenaga kerja. Untuk itu, masalah ini ada dua sisinya, dan analisis lebih lanjut harus dilakukan sebelum saya bisa berkomentar lebih lanjut.”
Dalam persidangan yang sama di Yuan Legislatif, Direktur Jenderal Agensi Perkembangan Tenaga Kerja Liao Wei-ren mengemukakan, meskipun ada penelitian untuk menganalisis apakah penggunaan buruh asing adalah penyebab upah rendah tenaga kerja lokal, sampai sekarang belum ada bukti yang menggabungkan keduanya.
Komentar Pan dan Liao adalah untuk merespon laporan Apple Daily bahwa jumlah buruh kerah biru asing di Taiwan sekarang berjumlah 502.966 orang. Angka yang untuk pertama kali melampaui setengah juta orang itu, menurut seorang aktifis hak buruh yang dikutip, adalah penyebab utama terus tidak naiknya upah tenaga kerja di Taiwan.
Menurut statistik resmi, upah bulanan rata-rata seorang buruh di Taiwan adalah NTD44.739 pada 2013, lebih rendah dari NTD44.798 pada 1998 meskipun laju ekonomi mencatat angka melampaui 2% dalam kurun waktu ini.