(Taiwan-ROC) Terkait dengan diumumkannya pemulihan kembali hubungan diplomatik Daratan Tiongkok dengan Gambia, Presiden Ma Ying-jeou tanggal 17 malam waktu Taiwan mengemukakan, Republik Tiongkok sangat tidak puas dengan kejadian ini, Presiden Ma juga dengan jujur mengatakan, hal ini mempengaruhi perasaan hatinya. Sementara Menteri Luar Negeri, David Lin Yong-le menyampaikan, saat ini belum terlihat gejala ancaman bagi hubungan diplomatik.
Terhadap Daratan Tiongkok yang mengumumkan menjalin hubungan diplomatic dengan Daratan Tiongkok, Presiden Ma Ying-jeou ketika mendengar kabar ini tengah dalam kunjungan ke negara di Belize, pagi-pagi itu segera menjelaskan posisi pemerintahannya, kepala negara dengan tegas menyampaikan ketidakpuasannya. Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “14 November dua tahun yang lalu sudah memutuskan hubungan diplomatic dengan Gambia, sebelum adanya kejadian ini sudah sempat mencari informasi terkait, tetapi hal ini terjadi di saat ini, membuat kami merasa tidak pantas, kami pasti akan menyampaikan sangat ketidakpuasan kami, telah meminta kementerian luar neger bersama dengan dewan urusan Daratan Tiongkok untuk memberikan penjelasan posisi pemerintah.”
Menteri Luar Negeri, David Lin Yong-le yang mendampingi perjalanan kunjungan kenegaraan dengan Presiden Ma menyampaikan, Gambia bukan negara yang memiliki hubungan diplomatic dengan Republik Tiongkok, pemerintah terus menjaga hubungan baik dengan setiap negara yang memiliki hubungan diplomatik, saat ini hubungan diplomatik juga tidak mendapat ancaman hanya karena Gambia dan Daratan Tiongkok menjalin hubunganya.”
Selain itu, terhadap pemulihan kembali hubungan Daratan Tiongkok dan Gambia dikaitkan sebagai peringatan bagi presiden terpilih dari Partai Progresif Demokrat (DPP), Tsai Ing-wen yang sebentar lagi akan naik, terhadap hal ini juru bicara DPP, Ruan Jhao-syung, hari Jumat (18/3) menyampaikan, tindak-tanduk pihak Daratan Tiongkok tidak ditujukanpada perorangan atau partai politik, meskipun tidak dipungkiri ini melukai ruang internasional Taiwan. DPP menghimbau, stabilitas perdamaian dan pembangunan kawasan merupakan tanggung jawab bersama kedua belah pihak, persaingan antar selat Taiwan di kancah internasional tidak memberikan keuntungan bagi pengembangan hubungan antar selat Taiwan, setelah DPP kembali mengambil alih pemerintahan akan berupaya sekuat tenaga memperkokoh hubungan diplomatik, memenuhi tanggung jawab internasional dengan mempromosikan perdamaian dan kemakmuran kawasan.