(Taiwan, ROC) – Sehubumgan dengan terjalinnya hubungan politik antara negara dikawasan Arika, Gambia dengan Daratan Tiongkok, maka banyak khalayak yang menghkhawatirkan kelanjutan nasib ke 22 negara sahabat yang ada. Namun Duta Besar Nikaragua untuk Indonesia, William Manuel Tapia Alemam, dalam jumpa persnya pada hari Kamis tanggal 18 Maret menjelaskan bahwa hubungan diplomasi ke dua belah pihak tidak akan mendapat pengaruh dari manapun. Sementara Dubes Guatimala yang berada di Taiwan, Olga Maria Aguja Zuniga, dalam juga mengajukan program “7 Tidak”, guna mempererat tali persaudaraan antara Taiwan dengan mereka.
Berkenaan dengan hubungan antar kedua belah pihak, pihak Nikaragua saat menghadiri sebuah kegiatan yang dilakukan oleh Kemenlu pada tanggal 18 Maret, menjelaskan bahwa hubungan persahabatan antara Taiwan dengan Nikaragua akan terus berjalan dengan lancar. Tapia mengatakan, “Tidak mungkin akan dapat berubah, saya juga tidak mengerti mengapa banyak media yang menyebarkan isu adanya perubahan tersebut? Siapa gerangan yang mengatakannya? Jika perwakilan yang diutus ke Taiwan tidak memiliki jawaban, maka bagaimana pula kami dapat mengetahui hasil ini.”
Sementara untuk hubungan persahatan dengannegara Guatemala, representative yang diutus ke Taiwan menjelaskan bahwa, “Tidak akan terjadi, hubungan Guatemala dengan Taiwan sangat baik dan serasi, tidak akan mengalami perubahan. Selain itu dengan kedatangan Presiden Ma Ying-jeou belum lama ini kembali juga memastikan hubungan kedua negara berlangsung dengan baik. ”
Wakil Menteri Kemenetrian Luar Negeri, Lee Deng-ran menyampaikan bahwa jka ke 22 negara sahabat, pihak media menyebutkan apakah berkemungkinan disebabkan karena hubungan nilai eksor impior, tetapi Lee Deng-ra tetap bersikeras hal tersebut tidak akan dapat memberikan pengaruh terhadap hubungan.