(Taiwan-ROC) Kunjungan kenegaraan Ma Ying-jeou sebelum mengakhiri jabatannya selaku Presiden Republik Tiongkok sudah memasuki buntut perjalanan dan bersiap-siap kembali ke tanah air, dalam perjalanan pulang ke Taiwan, hari Jumat (18/3) akan transit di Los Angeles, Amerika Serikat dan akan berinteraksi dengan Tionghoa Perantau setempat. Setibanya Presiden Ma disambut dengan antusias oleh Tionghoa Perantau yang khusus datang dan sepanjang jalan menuju hotel tempat ia beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan terlihat kibaran bendera Republik Tiongkok, membuat kepala negara terharu.
Presiden Ma Ying-jeou yang mengakhiri kunjungan ke negara-negara sahabat di Amerika tengah dan pada dini hari Jumat (18/3) transit di Los Angeles, Amerika Serikat, disambut oleh Ketua Perwakilan Taiwan (Chairman of the American Institute in Taiwan), Raymond Burghardt, dan Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok untuk Amerika Serikat, Shen Lyu-shun.
Setelah itu Presiden Ma diantar ke hotel untuk istirahat dan hadir dalam jamuan makan malam bersama Tionghoa Perantau, jalan di sekitar hotel dan juga pintu utama hotel terlihat bendera ROC, dan jauh lebih awal sebelum Presiden Ma tiba di hotel, telah banyak Tionghoa Perantau yang menanti di luar hotel dan langsung bersorak sorai begitu melihat pemimpin ROC tiba.
Pada arena tempat penyambutan, terpampang foto-foto kenangan Presiden Ma dalam kunjungan ke AS sebelum-sebelumnya, dan ketika media menanyakan, apakah beliau menjadi sedih karena sebentar lagi akan melepaskan jabatannya? Presiden Ma menyampaikan, tidak peduli sebagai presiden atau tidak, semuanya tetap adalah sahabatnya, untuk itu di masa mendatang ia tetap akan menjaga hubungan ini.
Presiden Ma mengatakan, “Tidak, semua adalah sahabatnya, tidak peduli sebagai presiden atau bukan lagi semua tetap sebagai temannya, dan nanti saya masih juga akan datang, sudah pasti akan selalu menjaga hubungan ini dengan semuanya.
Ada media yang menanyakan, sebelum mengakhiri jabatannya, kebijakan apalagi yang masih akan diupayakan? Presiden Ma Ying-jeou dengan serius menyampaikan, asalkan masih ada 1 hari sebagai presiden, maka ia akan melakukan yang terbaik bagi konstitusi. Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “ Sepanjang jalan konsisten awal hingga akhir, Perdana Menteri Chang San-ceng juga mengatakan akan seperti itu, karena kami tidak mungkin begitu saja melewati masa peralihan, asalkan masih ada satu hari sebagai presiden, maka kita harus mengikuti konstitusi, melakukan dengan baik tugas kita.”
Selain itu, di hotel Presiden Ma Ying-jeou juga menyempatkan diri berkontak telepon dengan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, berdasarkan informasi, Bill Clinton sangat yakin dengan keberhasilan yang dicapai Ma Ying-jeou selama 8 tahun menjabat sebagai presiden, terutama pada kebijakan antar selat Taiwan.
Bill Clinton beranggapan, dalam 8 tahun ini, Presiden Ma menstabilkan hubungan Taiwan, Amerika dan Daratan Tiongkok, ia juga berharap setelah presiden Ma Ying-jeou menuntaskan tugasnya sebagai presiden, ia tetap terus mengerahkan pengaruhnya. Berdasarkan informasi, Preisden Ma dan Bill Clinton berbicara dengan senang selama 20 menit lebih. Presiden Ma juga meminta Bill menyampaikan salam pada Hillary Clinton yang saat ini turut sebagai salah satu kandidat dalam pemilu pres di AS.