History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Perlawatan Pejabat atau Media ke Pulau Taiping Menjadi Pekerjaan Rutin

  • 17 March, 2016
  • Editor
Presiden Ma: Perlawatan Pejabat atau Media ke Pulau Taiping Menjadi Pekerjaan Rutin
Presiden Ma: Perlawatan Pejabat atau Media ke Pulau Taiping Menjadi Pekerjaan Rutin

(Taiwan, ROC) Perlawatan pejabat atau media masa ke Pulau Taiping diharapkan bisa menjadi pekerjaan rutin di masa depan, demikian ditegaskan Presiden Ma Ying-jeou disela kunjungan kenegaraannya di Belize, Amerika sentral, Rabu (16 Maret) waktu setempat.

Ma mengungkapkan hal tersebut ketika merespon pertanyaan wartawan perihal laporan adanya rencana Kantor Kepresidenan untuk pertama kali mengizinkan media masa asing untuk meliput berita di Pulau Taiping yang sampai sekarang masih merupakan daerah restriksi militer Taiwan, agar bisa membuktikan bahwa Pulau Taiping adalah sebuah “pulau” yang pantas dihuni manusia dan bukan hanya “batu karang” saja.

Presiden Ma mengatakan, “Pada hakekatnya kami berharap, baik pejabat maupun media masa, kunjungan mereka ke Pulau Taiping di masa depan bisa menjadi pekerjaan rutin. Di satu sisi, perubahan cuaca di Pulau Taiping hanya bisa diketahui beberapa hari sebelumnya, jadi kami memang sedang merencanakan hal ini.” 

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri David Lin Yung-lo (林永樂) juga membuktikan, setelah kunjungan Presiden Ma ke Pulau Taiping beberapa saat lalu, memang ada rencana bagi kalangan media masa untuk melawat ke sana.

David Lin yang mendampingi kepala negara dalam kunjungan kenegaraannya di Belize mengatakan, “Sejak Presiden Ma berkunjung ke Pulau Taiping, memang sudah ada rencana tapi waktunya masih belum dipastikan. Kelak kami harap kalangan media bisa melawat ke Pulau Taiping di waktu sepantasnya, agar semuanya bisa menyelami situasi sebenarnya di sana, tapi sekarang masih dalam tahap perencanaan.” 

Untuk diketahui, Republik Tiongkok mengklaim kedaulatan atas Pulau Taiping, salah satu pulau dari Kepulauan Spratly di Laut Selatan, dan menugaskan tentara untuk dipangkalkan di sana.

Komentar

Terbarumore