(Taiwan, ROC) – Presiden terpilih Partai Demokrat Progresif (DPP) Tsai Ing-wen (蔡英文), pada hari ini (15/3) mengumumkan, jabatan Perdana Menteri ditempati oleh Ketua Pelaksana Wadah Pemikir Partai DPP, Lin Chuan (林全). Diperkirakan pada bulan April mendatang, dapat diumumkan siapa saja yang akan menduduki posisi utama dalam kabinet.
Terhadap kapan diumumkan nama-nama yang akan masuk dalam kabinet, Lin Chuan mengatakan, kemampuannya sangat terbatas dan membutuhkan tim yang baik untuk dapat berjuang bersama. Tidak ada masa penyesuaian dalam kabinet mendatang dan harus dapat langsung bekerja. Oleh karena itu, yang masuk dalam kabinet membutuhkan bantuan orang-orang yang berpengalaman. Selain itu, dikarenakan pemerintahan bersifat permanen dan harus melatih orang-orang berbakat, komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak boleh ada cacat. Dia berharap dapat menemukan orang-orang berbakat dari daerah.
Lin Chuang mengatakn, keseluruhan daftar nama kabinet juga dipertimbangkan secara keseluruhan, sehingga tidak akan ada ketergantungan sehingga dia akan mengumumkannya secara bertahap.
Lin Chuang mengatakan, “Memang kami pernah membahas perkiraan nama-nama yang akan masuk dalam kabinet, hanya dijadikan sebagai pertimbangan gambaran kabinet. Tidak ada tugas yang harus bergantung pada siapa orangnya, juga tidak ada siapapun yang harus bergantung pada yang lainnya. Seluruh nama yang saat ini apakah telah jadi pertimbangan kami, pasti akan kami perhitungkan.”
Banyak pihak yang beranggapan, kedepannya adalah kabinet ekonomi, karena Lin Chuan memiliki latar belakang bidang ekonomi. Lin Chuang mengatakan, anggota kabinet ekonomi mendatang, harus mengerti tentang keadaan perkembangan industri dan kesulitan perkembangan lingkup ekonomi Taiwan. Dia telah memiliki calonnya, namun orang-orang berbakat ini belum tentu bersedia masuk dalam kabinet, sehingga masih harus dia perjuangkan.
Selain itu banyak pihak yang mengatakan, orang-orang yang terpilih masuk dalam kabinet, kebanyakkan berasal dari anggota kabinet pada jaman pemerintahan mantan presiden Chen Shui-bian, sehingga ada sebutan “tim bian kembali ke kota”. Terhadap hal ini, Lin Chuan mengatakan, tidak perlu menamakan tim kabinet karena pada jaman pemerintahan Chen Shui-bian, telah mendidik orang-orang pemerintahan yang berbakat. Bukan karena Partai DPP pernah kehilangan kekuasaan kemudian menganggap para anggota kabinet ini tidak berkualitas. Dia juga tidak akan bergantung pada “apakah ini tim bian” sebagai standar dalam mencari orang. Apabila dia adalah orang yang dapat melayani masyarakat dan mampu menyelesaikan masalah Taiwan dimasa yang akan datang, ini dapat menjadi bahan pertimbangan.