History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Pemerintahan Baru Pikirkan Masalah Energi

  • 11 March, 2016
  • Editor
Presiden : Pemerintahan Baru Pikirkan Masalah Energi
Presiden Ma Ying-jeou

(Taiwan, ROC) – Hari ini (11/3) merupakan hari peringatan 5 tahun bencana nuklir Fukushima, lingkungan bebas nuklir sekali lagi menjadi topik pembicaraan. Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) saat bertemu dengan para ahli sektor teknologi mengatakan, energi terbarukan secara tidak langsung adalah energi yang tidak stabil. Saat ini belum sepenuhnya mampu menggantikan sumber energi yang sudah ada dan banyak negara yang awalnya ingin menutup Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) akhirnya justru melonggarkan diri. Presiden mengatakan, pemerintahan yang baru harus berpikir matang-matang. Lingkungan bebas nuklir bukan hal yang tidak mungkin, namun harus dilakukan secara perlahan, harus memiliki sumber energi yang dapat diandalkan demi menghindari kekosongan.

Presiden mengatakan, negara di dunia internasional yang mengusulkan penghapusan nuklir, selain Jerman, lainnya telah menunjukkan pelonggaran. Berdasarkan data statistik Asosiasi Nuklir Dunia (WNA) tentang PLTN yang sedang beroperasi, sedang dibangun bahkan masih dalam perencanaan, menunjukkan bahwa tren PLTN hanya akan bertambah dan tidak akan berkurang.

Kepala negara mengatakan, sejak bencana nuklir Fukushima, Jepang memberhentikan PLTN dan beralih dengan import gas alam, yang pada akhirnya menyebabkan nilai ekspor yang menurun dan defisiti. Dasar pembangkit energi Taiwan dan Jepang memiliki kemiripan. Sama-sama berada didaerah rawan gempa dan membutuhkan impor dalam jumlah besar, tidak hanya itu saja, secara keseluruhan adalah listrik independen dan tidak dapat mengimpor listrik dari luar negeri. Presiden mengatakan, “Kita melihat keadaan Jepang, yang paling dapat menonjolkan arah yang akan kita tuju, kita dengan Jepang memiliki keadaan yang serupa, pertama, kita semua berada di kawasan gempa, namun kita masih lebih baik, kita tidak mungkin terkena tsunami. Kedua, sumber energi kita semuanya impor, kita 98%, Jepang juga tidak jauh berbeda. Ketiga, yang terpenting adalah, listrik kita adalah berdiri sendiri, tidak bisa mengimpor listrik dari negara lain.”

Terhadap energi terbarukan, Presiden beranggapan, baik energi angin maupun energi matahari, masih terbatas dari waktu dan keadaan lingkungan. Yang menjadi masalah besar adalah, saat ini belum stabil, waktu produksi listrik terbatas dan belum mampu menggantikan sumber energi yang ada saat ini. Kepala Negara mengatakan, masa jabatannya hanya tersisa 2 bulan, namun peramasalahan energi merupakan hal yang paling dia risaukan. Apabila tidak mampu diselesaikan, keadaan Taiwan akan sangat buruk, namun dia mendapati banyak orang yang optimis berlebihan.

Komentar

Terbarumore