History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jual Oliver Hazzard Perry Menlu : Hubungan Erat Taiwan-Amerika

  • 11 March, 2016
  • Editor
Jual Oliver Hazzard Perry  Menlu : Hubungan Erat Taiwan-Amerika
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Tiongkok, Bruce Linghu

(Taiwan, ROC) – Menanggapi Departemen Luar Negeri (DepLu) Amerika Serikat (AS) yang setuju untuk menjual 2 buah kapal perang kelas Oliver Hazzard Perry, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Tiongkok, Bruce Linghu (令狐榮達) pada hari Jumat 11 Maret 2016 pagi hari saat di wawancara mengatakan, pemerintah menyampaikan rasa terima kasih bahwa AS beranggapan keamanan Taiwan merupakan salah satu kebijakan pentingnya. Terhadap apakah waktu persetujuan pemerintah AS untuk menjual perlengkapan militer ada hubungannya dengan rencana kunjungan Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping (習近平) ke AS pada akhir bulan Maret ini? Bruce Linghu mengatakan, penjualan AS kepada militer Taiwan merupakan rencana jangka panjang dan bukanlah hal yang tiba-tiba begitu saja.

Presiden Daratan Tiongkok direncanakan akan mengunjungi AS pada akhir bulan Maret untuk menghadiri pertemuan Nuclear Security Summit (NSS). Dalam sesi wawancara di sebuah acara pada tanggal 11 Maret mengatakan yang dihadiri oleh Wamenlu Bruce Linghu mengatakan, apabila Xi jinping melakukan pertemuan dengan Presiden AS Obama, maka pihak kita pasti akan terus mengikuti perkembangannya dan pihak AS pun akan memberikan gambaran singkat tentang pertemuan tersebut. Bruce Linghu mengatakan, “Pada sebelum atau sesudah pertemuan, mungkin akan memberikan laporan singkat kepada kita, apabila keduabelah pihak bertemu, saya percaya ini bukanlah hal yang mengejukan dan sudah semestinya.”

Sebelum kunjungan Xi Jinping ke AS, Deplu AS menyetujui perihal penjualan 2 buah kapal perang kelas Oliver Hazzard Perry kepada pihak Taiwan. Jika didasarkan atas waktunya, sangat mengundang banyak perhatian. Namun menanggapi hal tersebut, Bruce Linghu mengatakan, penjualan peralatan militer merupakan rencana jangka panjang dan kerjasama keamanan militer keduabelah pihak sangatlah akrab. Wamenlu mengatakan, “Ini bukan hal tiba-tiba begitu saja, semua berdasarkan pertimbangan, permintaan dari ktia dan proyek yang dapat dipenuhi. Ini berdasarkan kebijakan AS, hukum relasi dengan Taiwan (Taiwan Relations Act). Keamanan Taiwan merupakan kebijakan yang penting bagi AS, sehingga (AS) mendukung kita.”

Selain itu, sehubungan dengan kunjungan tamu kenegaraan dalam acara pelantikan presiden tanggal 20 Mei, Bruce Linghu mengatakan, AS sedang merencanakan untuk mengutus petinggi atau perwakilan yang mempunyai pengaruh. Namun sampai saat ini belum ada keputusan yang pasti terkait hal tersebut, dia percaya pihak AS akan mengatur dan menyesuaikannya.

Komentar

Terbarumore