(Taiwan, ROC) – Terhadap salah satu proyek pembangunan Daratan Tiongkok “tiga belas lima” (proyek pembangunan 5 tahun ke-13 sejak berdirinya pemerintahan Daratan Tiongkok 1 Oktober 1949), yaitu rencana pembangunan kereta cepat Taipei-Beijing (THSR Jing-Tai), seorang ahli kereta cepat Daratan Tiongkok, Wang Meng-shu (王夢恕) mengatakan, jenis rencana pembangunan terowongan jalur kereta cepat lintas laut dengan pembangunan jalur tol Taipei-Beijing, akan menggunakan sistem “kendaraan naik kereta”. Namun dikarenakan angin yang terlalu kuat, membuat pembangunan jembatan lintas laut sangat sulit untuk dilakukan. Dia menambahkan, untuk mewujudkan hal ini, pihak Daratan Tiongkok sampai saat telah melakukan komunikasi lebih dari 10 kali dengan ahli transportasi, arsitek dan teknik sipil Taiwan.
Menanggapi hal tersebut, anggota legislatif dari Partai Demokrat Progresif (DPP), Chiu Yi-ying (邱議瑩) pada tanggal 11 dalam rapat di Yuan Legislatif, melontarkan pertanyaan kepada mantan Kepala Biro Transportasi Taipei yang sekarang menjabat Ketua Direksi Sinotech Engineering Consultans, Inc. Chao Shou-min (曹壽民), yang juga pernah ikut serta dalam diskusi pembangunan kereta cepat Taipei-Beijing. Chao Shou-min merupakan salah satu anak emas Presiden Ma Ying-jieu, sehingga Presiden Ma pasti sangat mengetahui perihal kereta cepat Taipei-Beijing atau mungkin justru menyetujuinya.
Perdana Menteri Chang San-cheng (張善政) mengatakan, hal ini hanya dugaan dari Yuan Legislatif. Selama ini, kereta cepat Taipei-Beijing hanya sebuah pembicaraan dan tidak dihadiri perwakilan pihak yang berkaitan. Dia mengatakan, pernah mendengar terkait hal tersebut, namun hanya sebatas perihal teknis dan tidak membahas perihal politik. Chang San-cheng mengatakan, “Pada masa yang lalu saat saya masih dalam lingkup teknik sipil, menghadiri kegiatan pembahasan teknis, juga pernah mendengar para ahli Daratan Tiongkok mengatakan, apakah akan membangun terowongan dasar laut di selat Taiwan, namun itu hanya lah hal yang tidak mungkin dilakukan, tidak ada topik politik di dalamnya.”
Namun dalam hal ini, Chiu Yi-ying sempat mengatakan bahwa ini adalah “politik kelinci percobaan”, meminta Perdana Menteri untuk mempelajari lebih dalam perihal kereta cepat Taipei-Beijing dan memberikan pernyataan secara tegas. Chang Shan-cheng mengatakan, sebelum hubungan antar selat dapat membuat masyarakat merasa lebih tenang, kereta cepat Taipei-Beijing tidak akan dilaksanakan. Selain itu, berdasarkan keterangan yang didapat dari Kementerian Transportasi, sampai saat ini Kementerian Transportasi belum pernah menyentuh dan membahas perihal kereta cepat Taipei-Beijing.