(Taiwan, ROC) – Laporan perdana Bank Sentral di Yuan Legislatif yang baru akan dilangsungkan besok (10/03), DGBAS memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini akan mencapai 1,47%, namun Menteri Keuangan Chang Sheng-ford (張盛和) hari ini di tempat yang sama menyampaikan, nilai ekspor Taiwan dalam 13 bulan terakhir terus merosot begitupula negara-negara lain termasuk Singapura sudah 17 bulan pertumbuhannya minus, Amerika 13 bulan, Korea Selatan 14 bulan, Jepang 12 bulan, ini menunjukan bahwa ekonomi dunia sedang lesu, apakah tahun ini Taiwan bisa mencapai targetnya, kelihatannya harus sangat giat.
Lewat laporan Bank Sentral terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan sangat konservatif, pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini juga sulit akan membaik, pandangan seperti ini dinilai publik sebagai rambu akan ada penurunan suku bunga. Menkeu Chang menyampaikan, demi menyelamatkan ekonominya, setiap negara seperti Eropa, Jepang mengambil cara suku bunga minus, namun kelihatannya efek terbatas, sedangkan Taiwan adalah badan ekonomi kepulauan minor, bergantung kepada dunia, efek kebijakan moneter akan sangat terbatas. Ia berpendapat, seharusnya meningkatkan pengeluaran kemudian setiap kementerian menginventaris infrastrukturnya, meningkatkan kesempatan investasi nasional sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan : Awalnya penurunan suku bunga adalah untuk mengurangi biaya investasi, mendorong investasi, namun tabungan nasional kita terlalu banyak, jalur investasi sangat kurang, jadi masalahnya bukan penurunan suku bunga. Keluarkan kesempatan investasi, meminta pemerintah kota dan daerah serta kementeiran sesegera mungkin membuat anggaran pembangunan infrastruktur, dikerjakan lebih awal, selain itu kesempatan investasi infrastruktur dikeluarkan, sehingga rakyat ikut, ini lebih efektif.
Ia juga menuturkan, lesunya ekonomi global kali ini berbeda dengan tsunami moneter yang lalu, kala itu dimulai dari lesunya moneter namun kali ini yang lesu adalah roda ekonomi dunia, berdasarkan data dari lembaga prediksi dunia, kondisi ini akan membaik sampai dengan kuartal ke III.