(Taiwan, ROC) – Satu-satunya museum memiliki sejarah kemanusiaan berkaitan dengan Jugun Ianfu Taiwan, adalah museum AMA pada hari ini(8/3) secara resmi berdiri, fondasi penyelamatan wanita Taipei secara khusus menggelar acara peringati hari wanita, pihaknya dalam masa jangka panjang selalu peduli Jugun Ianfu. Acara tersebut turut mengundang presiden Ma Ying-joeu.
Dalam sambutannya Presiden Ma mengatakan bahwa tempat ini adalah aula kedamaian dan hak asasi wanita, memiliki makna yang sangat berarti. Beliau mengungkapkan, 10 tahun yang lalu dirinya menjabat sebagai walikota kota Taipei, memulai mencari aula hak asasi manusia untuk mendapatkan lokasi, akan tetapi dalam proses menemukan banyak masalah, mengalami kegagalan berkali-kali, hingga hari ini baru berhasil terbentuk, dapat dikatakan menjadi lembaran sejarah baru bagi Jugun Ianfu Taiwan.
Presiden Ma mengatakan, “penggalan sejarah ini perlu kita lestarikan agar masyarakat dalam memahami, tidak menandakan kita ingin balas dendam, sama halnya kita sering mengenang suatu peperangan, sama sekali bukan memperingati serangan, akan tetapi mengharapkan agar fakta diketahui setiap orang dan jangan melupakan pelajaran yang diambil dari masa perang.”
Presiden Ma mengemukakan, dibandingkan dengan Daratan Tiongkok dan Korea Selatan, Jugun Ianfu Taiwan walaupun jumlahnya lebih sedikit, akan tetapi dalam hal ini tidak melihat jumlah orangnya melainkan adalah hak dan rasa kemanusiaan. Beliau mengharapkan agar Jugun Ianfu Taiwan juga mendapatkan keadilan dan hak mereka, hal serupa demikian jangan sampai terulang kembali.
Presiden Ma kembali menekankan bahwa dirinya bukan berpihak kepada Jepang, akan tetapi fakta adalah fakta, juga mempertimbangkan sudut pandangan orang lain. Beliau mengatakan, ada sebagian Jugun Ianfu Taiwan pada masa tersebut adalah warga Jepang, akan tetapi ada perbedaan Taiwan-Jepang dan mereka mendapat perlakuan yang berbeda, jika kita tidak membantu mereka, maka tidak ada lagi orang yang akan membantu mengeluarkan suara mereka. Presiden mengatakan, tahun lalu Jepang telah menyampaikan permohonan maaf atas agresi dan penjajahan akan tetapi masih belum ada respon mengenai Jugun Ianfu, Beliau sangat mengharapkan Jepang dapat berbuat lebih banyak dan lebih baik.