(Taiwan, ROC) - Wakil juru bicara kemenlu Amerika Serikat, Mark Toner pada tanggal 7 Maret menanggapi kunjungan singgah presiden Ma Ying-joeu di Amerika Serikat, Ia menyampaikan , pihak Amerika serikat sangat jelas dan terus menghharapkan dapat berdialog dengan Taiwan, Taiwan sebagai mitra kuat Amerika Serikat, pihak Amerika tidak akan melewatkan masa transit presiden Ma di Amerika untuk bertemu dengannya.
Mark Toner dalam ruang pers asing di gedung putih memberikan laporan, menanggapi kunjungan presiden Ma ke Amerika Tengah akan transit di Boston dan Los Angeles, Ia menyampaikan transit presiden Ma kali ini akan bertemu dengan pejabat pemerintahan Amerika akan tetapi tidak ada informasi yang perlu dikabarkan.
Media mempertanyakan mengenai isu yang tersebar, kunjungan presiden Ma tidak seperti dulunya tidak dapat mengunjungi wilayah pantai Tiur Amerika Serikat seperti kota New York, akibat dampak pembahasan pulau Taiping membuat pihak Amerika tidak senang. Mark Toner menanggapi, pihak Amerika jauh sebelumnya telah merespon kunjungan presiden Ma perihal Laut Tiongkok Selatan, terhadap hal ini pihaknya sangat memperhatikan, akan tetapi pihak Amerika berharap dapat lebih jelas dan berdiskusi dengan Taiwan.
Ia menambahkan, Taiwan merupakan mitra Amerika Serikat yang kuat, walaupun tidak ada pemberitahuan umum mengenai kunjungan singah presiden Ma, akan tetapi pihaknya juga tidak melewatkan masa transit presiden Ma untuk bertemu dan melakukan dialog.
Mark Toner saat merespon juga menekankan, pihak Amerika menghormati kebijakan satu Tiongkok, berdasarkan pada 3 komunike dan hukum hubungan Taiwan, tidak akan pernah berubah; hubungan stabil Taiwan-Amerika dalam masa jangka panjang memberikan keuntungan, pihak Amerika mendukung kedua belah pihak dapat bersikap kendali diri dan fleksibel.
Pada tanggal 13~19 Maret Presiden Ma akan berkunjung ke Guatemala dan Belize, perjalanan keberangkatan akan transit di Boston, perjalanan kembali transit di Los Angeles, ini menjadi kunjungan terakhir kalinya menjabat sebagai presiden.