History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Chang San-cheng mengecam tindakan polisi militer menggeledah kediaman warga terkait penjualan online dokumen rahasia

  • 07 March, 2016
  • Editor
PM Chang San-cheng mengecam tindakan polisi militer menggeledah kediaman warga terkait penjualan online dokumen rahasia
PM Chang San-cheng mengecam tindakan polisi militer menggeledah kediaman warga terkait penjualan online dokumen rahasia

(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Chang San-cheng (張善政) hari Senin (7 Maret) mengecam tindakan polisi militer menggeledah kediaman seorang warga terkait penjualan online suatu dokumen rahasia dari era teror putih.

Dua hari lalu, seorang wanita memposting di internet, menerangkan bahwa rumahnya digeledah tanpa izin oleh polisi militer beberapa hari sebelum Hari Peringatan Peristiwa 2-28, karena ayahnya memiliki dokumen rahasia yang berhubungan dengan era teror putih zaman kekuasaan Partai Kuomintang (KMT).

Chang mengemukakan, Kementrian Pertahanan Nasional sudah memulai investigasi terhadap prosedur penanganan kasus kontroversial tersebut, maka instansi dan personel bersangkutan hendaknya untuk sementara ditransfer ke jabatan lain sambil menunggu hasil investigasi.

Chang San-cheng mengatakan, “Dokumen itu sudah berusia puluhan tahun, mungkin sudah 50 tahun dan seharusnya dimusnahkan sekitar 20 atau 30 tahun lalu, tapi sempat mengalir ke tangan rakyat. Jadi, apakah sesuai untuk mengadakan investigasi pembocoran rahasia negara terhadap dokumen-dokumen yang mengalir di luar saat ini, mungkin masih perlu didiskusikan lebih lanjut.”

Pada saat yang sama, Kementrian Pertahanan Nasional (MND) merilis suatu keterangan pers, memohon maaf kepada masyarakat atas ketidakmudahan yang diciptakan, tapi menyerukan warga mendiskusikan dan menangani isu ini dengan sikap rasional.

Juru bicara MND Luo Shao-he (羅紹和) mengatakan, “Andaikata ditemukan mengadakan penggeledahan kediaman warga tanpa izin, polisi militer bersangkutan pasti akan ditangani berdasarkan hukum. Selain itu, MND juga meminta Yuan Pengontrol menginvestigasi apakah ada kesilapan Kantor Polisi Militer Taipei dalam menangani kasus ini. Andaikata ada, MND pasti akan merevisi tanggung jawab eksekutif personel bersangkutan.”

Di lain pihak, ketika menjawab pertanyaan wartawan sebelum menghadiri sidang Yuan Legislatif, Menteri Kehakiman Luo Ying-shay (羅瑩雪) mengutarakan, kementriannya telah menerima instruksi dari Perdana Menteri Chang San-cheng untuk secepatnya menginvestigasi kasus ini.

Luo berjanji, penjelasan akan diumumkan kepada rakyat setelah pihak kejaksaan menyelesaikan investigasi.

Komentar

Terbarumore