(Taiwan, ROC) Terhadap Asosiasi Perikanan Okinawa yang berharap dapat merevisi “Perjanjian Perikanan Taiwan-Jepang” dengan tuntutan memperkecil cakupan wilayah memancing ikan di perairan Diaoyutai, Sekjen Asosiasi Hubungan Asia Timur, Kementerian Luar Negeri, Tsai Ming-yao hari ini (1/3) menyampaikan, saat ini dimasukan dalam jadwal pertemuan tanggal 2 untuk membahas “perjanjian perikanan” Taiwan Jepang, apabila pihak Jepang mengusulkan hal ini, pihak Taiwan akan berupaya keras menjaga kepentingan dari nelayan Taiwan.
Pertemuan pembahasan perjanjian perikanan Taiwan-Jepang yang diperkirakan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 2 Maret di Taipei, Sekjen Asosiasi Hubungan Asia Timur, Kementerian Luar Negeri, Tsai Ming-yao tanggal 1 Maret dalam jumpa pers mengemukakan, terkait dengan masalah memperkecil batasan lingkup memancing ikan di perairan Diaoyutai, pemerintah Jepang belum memasukkan topic ini ke dalam pertemuan kali ini, tetapi tidak tertutup kemungkinan dengan cara tibia-tiba mengangkat pembicaraan topik ini dalam pertemuan, apabila pihak Jepang mengajukan topik ini, pemerintah Taiwan akan mengerahkan seluruh tenaganya agar dapat meraih kedaulatan bagi nelayan Taiwan.
Tsai Ming-yao mengatakan, “Terkait dengan masalah kedaulatan nelayan, pemerintah kami pasti akan berupaya sekuat tenaga meraihnya, mengerahkan seluruh tenaga menjaga dan mempertahankan hak kepentingan nelayan.”
Tsai Ming-yao menegaskan, dalam pertemuan tahunan kali ini yang paling utama adalah membicarakan peraturan pengoperasian kapal nelayan, termasuk cara penangkapan ikan, jarak antara kapal dan lainnya, namun sekarang ini tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci; selain itu perwakilan nelayan Taiwan dan Jepang juga akan hadir.
Asosiasi Perikanan Okinawa pada pertengahan Februari sempat meminta pihak pemerintah Jepang untuk mengajukan permohonan revisi perjanjian perikanan Taiwan-Jepang, untuk itu Asosiasi Perikanan SuAo meminta pemerintah agar berdiri bersama dan memberikan dukungan bagi nelayan Taiwan.