Masalah minyak sayur di Taiwan di bulan Oktober yang lalu telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan konsumen dalam negeri mendorong pemerintah Taiwan untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan tingkat kepercayaan konsumen seperti Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan beberapa waktu yang lalu menjalani misi “Program Minyak Sehat” dan di kalangan parlemen segera melakukan amandemen sanksi yang berat kepada produsen yang tidak jujur serta menyediakan dana keamanan pangan yang diperuntukan kepada konsumen yang dirugikan serta dibangun mekanisme pemeriksaan tingkat III keamanan pangan.
Komisi Penelitian, Pengembangan dan Evaluasi (RDEC) hari ini melansir hasil survey yang bertajuk “Pendapat masyarakat soal keamanan pangan”. Lebih dari 95% masyarakat mengetahui masalah minyak sayur, 53% berpendapat pangan dalam negeri bermasalah namun lebih dari 20% berpendapat masalah keterangan makanan yang palsu. Sedangkan, tanggapan terhadap langkah yang dilakukan oleh pemerintah, 80~90% masyarakat mendukung, 95% masyarakat mendukung “Tim inspeksi terpadu keamanan pangan” terus bekerja memonitor keamanan beras, kecap dan daun teh.
Satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah, setelah amandemen undang-undang dan perbaikan mekanisme keamanan pangan apakah dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat? Ternyata hanya 45% yang yakin, sedangkan 48% tidak yakin, ini reaksi yang cukup bertentangan.