(Taiwan-ROC) – Taiwan sangat bersemangat untuk bergabung dalam negara anggota Kemitraan Trans Pasifik (TPP). Legislator partai Demokrat Progresif (DPP) Chen Ming-wen (陳明文) dalam sidang interpelasi pada tanggal 26 Febuari, mengajukan pertanyaan kepada Perdana Menteri Chang San-cheng (張善政) terkait apakah Pemerintah dalam keadaan waktu yang terdesak untuk bergabung dalam TPP? berhubung waktu yang tersisa bagi Taiwan untuk bergabung dalam TPP tidak sampai 20 bulan. Selain itu, seberapa besar keyakinan bagi Taiwan dapat disetujui oleh para 12 negara anggota untuk dapat bergabung dalam keanggotaan TPP?
Chang San-cheng mengatakan, Yuan Eksekutif mengerti bahwa keadaan ini sangat mendesak dan Kementerian Luar Negeri pun terus berhubungan serta terus meningkatkan komunikasi sehingga dukungan untuk hal tersebut terus bertambah. Namun, kepastian untuk jumlah negara yang menyetujui Taiwan bergabung dalam TPP, untuk saat ini belum bisa disampaikan. Selain itu Perdana Menteri juga menyampaikan, apa negara-negara ini mendukung Taiwan, juga harus disesuaikan dengan perkembangan revisi Undang-Undang terkait dalam negeri. Chang San-cheng mengatakan, terkait pembahasan Undang-Undang, sebenarnya sudah dibicarakan sejak beliau menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan pekerjaan ini masih terus berlangsung dan terlihat perkembangannya.
Chen Ming-wen beranggapan, dari 12 negara anggota, negara-negara yang mempunyai hubungan baik dengan Taiwan seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Selandia Baru dan Vietnam, , pasti mendudukung Taiwan untuk bergabung dalam TPP. Namun Chang Kui-ming (張揆明) mengatakan, dukungan Amerika Serikat bersyarat.
Perdana Menteri mengatakan, “Amerika Serikat pasti punya syarat, contohnya, untuk daging babi Amerika merupakan salah satu persyaratan. Apabila masalah daging babi Amerika berlum terselesaikan, Amerika belum bisa memberikan kepastian. Oleh karena itu, saya laporkan kepada Anda, bahwa Amerika belum bisa dikatakan pasti atau tidak (mendukung Taiwan).”
Chang San-cheng menegaskan, terkait pembahasan Perundangan terkait, Yuan Eksekutif sudah terlihat ada perkembangan. Perihal permintaan pihak Amerika dan Jepang, akan diserahterimakan kepada pemerintahan yang baru nantinya.