(Taiwan, ROC) –Kantor Kepresidenan pada hari Jumat (26/2) pada pukul 04.00 sore menggelar konferensi pers memberikan keterangan terkait kunjungan Presiden Ma Ying-jeou ke Amerika Tengah.
Presiden Ma Ying-jeou akan melakukan beberapa kunjungan sebelum melepas jabatan pada tanggal 20 Mei, media memberitakan, ada pejabat pemerintah mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut sama sekali tidak bersifat urgen, legitimasi maupun kunjungan wajib. Juru bicara kantor kepresidenan Chen I-hsin menekankan, diplomasi merupakan masalah kemasyarakatan, juga merupakan hal yang wajib dimonitor dengan baik oleh presiden, tidak boleh berhenti, bahkan tidak ada yang disebut dengan masa menunggu. Secara khusus, hubungan luar negeri Taiwan mengalami banyak hambatan, memililiki hubungan diplomatik dengan negara luar akan memberikan keuntungan bagi Taiwan, maka perlu mempertahankan diplomasi fleksibel dan hubungan dengan internasional demi kepentingan Taiwan.