(Taiwan, ROC) – Jumlah wisatawan asing (wisman) asal Daratan Tiongkok sejak Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden Republik Tiongkok di Taiwan terus merosot, kondisi ini diperburuk karena ada berita yang menyebutkan pemerintah negeri tirai bambu itu akan membatasi jumlah warga yang berniat berkunjung ke Taiwan. Menghadapi pertanyaan apakah akan berdampak terhadap ekonomi Taiwan? Direktorat Jenderal Anggaran, Akutansi dan Statistik (DGBAS) Rabu ini (24/2) menyampaikan, jumlah wisman Daratan Tiongkok ke Taiwan hanya mengambil porsi 4%, walau berdampak tapi terbatas.
Berdasarkan data statistik Biro Pariwisata Republik Tiongkok bahwa jumlah wisman Daratan Tiongkok ke Taiwan walau meningkat namun setelah dimulainya pemilu di tahun lalu, dari Oktober hingga Desember laju pertumbuhannya adalah, 11%, 7,6% dan minus 5,7%.
Menurut analisa DGBAS, wisman yang datang ke Taiwan termasuk pemasukan devisa layanan jasa namun tidak dijelaskan lebih lanjut negara mana yang memberikan kontribusi lebih banyak, namun karena jumlah wisman Daratan Tiongkok mengambil porsi terbanyak tentu akan ada dampak terhadap perekonomian Taiwan.
Pengamat dari DGBAS Huang Wei-jie menyampaikan : Jadi memang bisa dikata akan berdampak terhadap PDB kita, namun kalau kita lihat dari struktur PDB itu sendiri, pengaruh terhadap devisa hanya 4%, walau persentasenya tidak terlalu tinggi, namun karena sekarang untuk ekspor komoditas kurang begitu baik maka tentu setidaknya bisa membantu PDB nasional.
DGBAS juga menyampaikan, kalau mengeksplorasi wisman lain maka tidak akan tergantung kepada wisman satu negara. Misalnya, Biro Pariwisata saat ini berusaha untuk membuka pasar Korea Selatan, kawasan Asia Tengagara, wisman wilayah muslim adalah cara yang cukup baik.
Menghadapi menurunnya jumlah wisman Daratan Tiongkok, Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan An Feng-shan (安峰山) dalam jumpa pers regular menyampaikan bahwa jumlah warga yang berkunjung ke Taiwan adalah prilaku pasar, tergantung kepada pengusaha layanan travel dan konsumen. Selanjutnya akan dilaksanakan tergantung kepada “perkembangan hubungan antar selat” serta perubahan prilaku pasar.
Mengenai penambahan jumlah transit warga Daratan Tiongkok di Taiwan tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Jubir An karena dari pelaksanaan resmi 1 Februari masih belum genap 1 bulan, lagkah berikutnya akan melihat bagaimana pelaksanaan di lapangan dan “perkembangan hubungan antar selat”.