(Taiwan, ROC) – Kementerian Keuangan baru-baru ini menetapkan impor logam campuran, produk baja dari Daratan Tiongkok, Korea Selatan, masih ada pelat baja karbon dari Brasil, Indonesia, Ukraina, India, Daratan Tiongkok dan Korea Selatan, ada kemungkinan berlakunya praktek dumping, hal ini sangat merugikan industri Taiwan sendiri, oleh karena itu dilakukan pengkajian anti-dumping, secara tertulis meminta kementerian ekonomi untuk melakukan peninjauan kerugian industri dalam negeri. Sekretaris pelaksana pengganti komisi investigasi perdagangan, kemenko, Luan Chuan-ho pada hari ini(23/2) mengatakan, investigasi akan menggunakan pengkajian secara kuesioner, rapat dengar pendapat dan investigasi lapangan.
Luan Chuan-ho lebih lanjut mengatakan, dalam investigasi yang dijalankan akan menentukan beberapa cakupan produk dengan jumlah total impor, perubahan harga yang meliputi volum total impor setelah dumping produk apakah mengalami pertambahan atau tidak, di pasar domestik apakah mengalami pertumbuhan atau pengurangan, apakah juga merugikan produksi domestik Taiwan.
Luan Chuan-ho mengatakan, “yang ingin kami tetapkan ada tiga hal, yang pertama adalah oerubahan kuantitas, volum impor dan dampaknya, masih ada lagi harga impor dan dampaknya, yang satunya lagi adalah industri manufaktur dan dampaknya.”
kita ingin mengidentifikasi tiga hal, yang pertama adalah jumlah perubahan dalam jumlah impor dan dampaknya, ada harga impor dan dampaknya, yang lain adalah pada industri dan dampaknya.
Komisi perdagangan internasional (ITC) mengatakan, menanti hingga mendapatkan surat resmi dari kementerian keuangan, diprakirakan kerugian yang ditaksir secara awal menghabiskan masa selama 40-60 hari berjalan, hasil yang telah ditetapkan akan diumumkan pada bulan April.