(Taiwan, ROC)- Republik Tiongkok memberikan bantuan berupa program perbaikan bandar udara internasional negara sahabat Pasifik, Republik Kiribati. Wakil Sekretaris Jenderal Dana Pengembangan dan Kerjasama Internasional, Kementerian Luar Negeri (ICDF) Lee Bai-bo(李栢浡) pada hari ini (23/2) mengatakan, proyek pembangunan berkemungkinan akan diselesaikan pada paruh akhir tahun; Lee Bai-bo mengutarakan, lapangan terbang Republik Kiribati merupakan pintu penting internasional, akan tetapi landasan pacu dalam jangka panjang tidak mendapatkan perawatan sehingga dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan, diyakini dengan bidang kerjasama ini akan menjadi kunci utama bagi Republik Kiribati dalam memainkan peranannya di dunia internasional.
Perihal proyek pembangunan bandara internasional Republik Kiribati yang dirancang oleh Republik Tiongkok, wakil sekjen ICDF, Lee Bai-bo pada hari ini(23/2) menyampaikan melalui konferensi pers, pada bulan sebelumnya telah mengutus pakar berkunjung ke negara tersebut untuk mendalami kondisi perkembangan proyek dan kualitasnya, diprakirakan di paruh akhir tahun akan terselesaikan.
Lee Bai-bo mengatakan, Kiribati adalah negara pertama di seluruh dunia yang pertama kali menyambut sinar matahari terbit, dikarenakan posisi terletak jauh, kurang sumber daya, baik ekonomi perdagangan maupun mobilitas tenaga kerja, perawatan kesehatan maupun aktivitas masyarakat sangat mengandalkan pada transportasi udara, maka bandara merupakan sarana penting bagi mereka. Lee Bai-bo mengatakan: “landasan pacu, landasan gelinding, pelataran pesawat, parkir kendaraan semua ini menjadi bagian yang kami kreditkan.”
ICDF kali ini menyediakan dana sebesar 20,228 juta dolar Australia (atau setara dengan 490 juta dolar Taiwan) sebagai kredit permodalan pembangunan proyek Kiribati, bekerjasama dengan Bank Dunia mempromosikan program penerbangan Kiribati, mengharapkan agar dapat memperbaiki kualitas sehingga menjamin keselamatan penerbangan dan meningkatkan kuantitas kunjungan.