(Taiwan-ROC) – Rapat Dewan Yuan Legislatif baru, telah dilaksanakan pada tanggal 19 Febuari kemarin. Anggota legislatif Tseng Ming-chung (曾銘宗) yang sebelumnya adalah Ketua Komisi Pengawas Keuangan, saat melemparkan pertanyaan dan melakukan presentasi dihadapan para anggota dewan senior serta rekan kerja lainnya, menunjukkan prestasi yang meyakinkan dan terlihat penuh dengan persiapan. Dikarenakan perkembangan GDP tahun ini sulit dipertahankan pada 1%, dia secara khusus menanyakan kepada Direktur Utama Bank Sentral Republik Tiongkok, Perng Fain-nan (彭淮南), ketika bank-bank sentral berlomba-lomba untuk menerapkan “suku bunga negatif”, apakah memungkinkan bagi Taiwan untuk melakukan hal yang sama? Peng Hui-nan dengan tegas menjawab, “Sama sekali tidak mungkin”.
Tseng Ming-chung mengatakan, keadaan ekonomi Amerika, Eropa, Jepang dan Daratan Tiongkok sedang melemah, industri di Taiwan juga sulit untuk berkembang ditambah nilai ekspor yang terus menurun. Dia memperkirakan, sangatlah sulit dan benar-benar untuk mempertahankan nilai perkembangan GDP 1% tahun ini. Saat ini sudah banyak bank-bank sentral dunia yang memberlakukan sistem penurunan suku bunga, pelonggaran kuantitatif (QE) dan bahkan suku bunga negatif. Negara-negara seperti Jepang, Jerman, Itali serta 23 negara lainnya, telah memberlakukan suku bunga negatif. Selanjutnya Kanada, Inggris, Norwegia, Israel dan beberapa negara lain, diperkirakan juga akan memberlakukan hal yang sama, bahkan Amerika pun juga sedang mempelajari hal ini. Apakah Taiwan juga harus mengarah sampai kepada suku bunga negatif?
Merespon hal ini, Dirut Bank Sentral Republik Tiongkok, Perng Fain-nan menjawab, suku bunga negatif dan QE adalah kebijakan moneter tidak konvensional. Kebijakan ini diprakarsai oleh dua Bank Sentral, yaitu Jepang dan Eropa (ECB). Dikarenakan untuk mengambil cara pelonggaran kuantitatif, kedua bank ini melepaskan uang dalam jumlah besar. Namun uang ini pun kembali masuk ke Bank Sentral yang menyebabkan kelebihan cadangan. Untuk mengatasi hal ini, bank sentral mulai menurunkan suku bunga terhadap cadangan uang berlebih ini, berharap agar uang tersebut dapat keluar dari bank sentral.
Kesempatan berbicara Tseng Ming-chung selama 30 menit pun habis, dan microphone mati dengan sendirinya, namun masih terdengar jawaban dari Perng Fain-nan sampai selesai, barulah keduanya turun dan beristirahat. Menurut wawancara terhadap Tseng Ming-chung yang dilakukan setelah rapat tersebut, Perng Fain-nan belum menyampaikan perihal kemungkinan diberlakukannya dimasa mendatang, namun hanya memberikan jawaban yang pasti, bahwa tidak mungkin untuk saat ini.