(Taiwan-ROC) Perayaan festival pariwisata 2016 diselenggarakan hari Jumat (19/2) di Grand Hotel, Taipei, Presiden Republik Tiongkok (ROC) Ma Ying-jeou menegaskan, sejak ia menjabat sebagai presiden, kebijakan damai antar selat Taiwan dan kebijakan membuka diri pada dunia luar membuat wisatawan yang datang ke Taiwan dalam waktu singkat 8 tahun berhasil menembus 10 juta orang; pemasukan dari wisatawan manca negara yang pada tahun 2007 mencapai 170 milyar dollar Taiwan, meningkat menjadi 440 milyar dollar Taiwan; cakupan wisatawan manca negara dengan populasi penduduk nasional sudah melampaui Korea, Jepang dan Amerika Serikat. Beliau berharap di kedepannya tidak peduli siapa yang berkuasa, tetap dapat terus mengembangkan pariwisata.
Presiden Ma Ying-jeou tanggal 19 Februari dalam pidato yang disampaikan dalam Festival Pariwisata mengemukakan, sejak tahun 2008 beliau menjabat sebagai presiden, antar selat Taiwan yang sebelumnya berada dalam perseteruan sengit berubah menjadi jalur perdamaian, bahkan proses visa masuk dipermudah, selain itu mendapat fasilitas bebas visa dari banyak negara, memberikan keuntungan bagi perkembangan pariwisata, sehingga jumlah wisatawan manca negara sejak ia menjabat hanya 3,71 juta orang sampai tahun kemarin telah menerobos menjadi 10,43 juta orang. pendapatan devisa dari pariwisata juga mengalami peningkatan pesat, dari tahun 2007 berjumlah 170 milyar dollar Taiwan, bertumbuh hingga pada tahun kemarin (2015) mencapai 440 milyar dollar Taiwan; untuk wisatawan domestik sendiri dari tahun 2007 berjumlah 110 juta dollar Taiwan, dalam kurun waktu 8 tahun bertambah 46 juta dollar Taiwan.
Presiden Ma Ying-jeou menyampaikan, banyak orang yang salah paham, mengira jumlah wisatawan manca negara yang datang ke Taiwan hingga menembus 10 juta orang itu penyebab utamanya karena adanya wisatawan Daratan Tiongkok, bahkan beranggapan daya beli wisatawan Daratan Tiongkok lebih rendah. Sebenarnya jumlah wisatawan Daratan Tiongkok di Taiwan sebanyak 40%, sisanya 60% berasal dari Jepang, Hongkong-Macau, Korea dan Amerika Serikat, mengenai daya beli, wisatawan Daratan Tiongkok dan Jepang tidak berbeda jauh, sekitar 242-243 dollar Amerika, hanya saja kategori konsumsinya berbeda, kalau wisatawan Jepang lebih banyak pengeluarn untuk penginapan, sedangkan wisatawan Daratan Tiongkok pada belanja barang.
Selain itu, Presiden Ma juga membeberkan jumlah wisatawan dilihat dari cakupan populasi penduduk nasional, ditekankan kalau Taiwan sudah melampaui Korea, Jepang dan Amerika Serikat.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Untuk itu jumlah dilihat dari perbandingan dengan populasi penduduk nasional, jumlah wisatawan kita sudah menduduki 42%, berada di urutan 26 dunia, lebih unggul dari Korea yang berada di urutan ke 31, Jepang di urutan ke 37 dan Amerika Serikat yang berada di urutan ke 32.”
Pemimpin negara membeberkan, pariwisata mengalami pengembangan pesat selama 8 tahun terakhir ini, yang juga mengerakkan pertumbuhan produk terkait lainnya, mendatangkan peluang bagi biro perjalanan, kuliner, tranportasi, akomodasi, pusat perbelanjaan dan lainnya yang meningkat pesat, bahkan dalam sektor perhotelan, selama 7 tahun terakhir berhasil menarik investasi bernilai 333 milyar dollar Taiwan lebih, tingkat pertumbuhan sebesar 80%; jumlah populasi dibidang pariwisata dari 100 orang pada tahun 2008 bertambah menjadi 190 ribu orang, pertumbuhan sebanyak 90%. Dengan demikian telah mengurangi angka pengangguran tahun lalu menjadi 3,78%, mencatat rekor terendah selama 15 tahun terakhir.