(Taiwan, ROC) – Dalam buku terbaru mantan Presiden Lee Teng-hui (李登輝) menyinggung soal Pulau Diaoyu bahwa pulau itu bukanlah milik Taiwan dan menjelaskan siapapun yang menyebutnya milik Taiwan adalah politikus Taiwan yang tidak berpengetahuan.
Merespon tulisan tersebut, Istana Presiden hari ini (17/2) menyampaikan, secara geografis, geologinya, sejarah dan hukum internasional bahwa pemerintah Republik Tiongkok berdaulat atas pulau Diaoyu dimana kenyataan tidak perlu diragukan lagi, siapapun yang menyangkal kedaulatan Republik Tiongkok atas pulau Diaoyu adalah kata dan perbuatan yang memalukan.
Juru Bicara Istana Presiden Charles Chen (陳以信) menyampaikan : Istana presiden menyampaikan, Republik Tiongkok berdaulat atas kepulauan Diaoyu dan ini adalah kenyataan yang tidak bisa diniscaya, siapapun yang menyangkal kedaulatan Republik Tiongkok atas pulau Diaoyu adalah kata dan perbuatan yang memalukan, pemerintah dan warga Republik Tiongkok tidak dapat menerima hal ini. Istana Presiden menegaskan, pemerintah Taiwan konsisten bahwa pulau Diaoyu adalah milik Taiwan, adalah bagian dari wilayah Republik Tiongkok, secara geografis, geologinya, sejarah dan hukum internasional, posisi kedaulatan kami memiliki dasar yang kuat, tidak boleh disangkal oleh negara atau siapapun.
Presiden terpilih dari partai DPP, Tsai Ying-wen (蔡英文) saat menghadiri Simposium Legislator DPP menyampaikan, DPP konsisten bahwa Pulau Diaoyu adalah milik Taiwan.
Ketika ditanya soal pengerahan rudal di pulau Yungxing, di kepulauan Paracel oleh Daratan Tiongkok akan menimbulkan ketegangan soal kedaulatan di wilayah Laut Tiongkok Selatan, Tsai menyampaikan, Laut Tiongkok Selatan adalah wilayah yang mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama pertikaian kedaulatan menunjukan kecenderungan menegang, Tsai menghimbau agar semua pihak dapat memegang prinsip cara perdamaian dan menahan diri untuk menyelesaikan pertikaian di kawasan itu, ini adalah hal yang paling penting.