(Taiwan-ROC) Terkait dengan masalah pelayanan Antar Selat Taiwan setelah presiden terpilih baru naik, Menteri Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Andrew Hsia menyampaikan, tidak seharusnya hubungan Antar Selat Taiwan terhenti, mengenai apa yang harus dilakukan, MAC akan terus mempromosikannya, tetapi tentu juga akan mempertimbangkan pendapat kongress dan rakyat.
Berkaitan dengan hubungan Antar Selat Taiwan setelah pemilu presiden, Menteri Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Andrew Hsia menyampaikan, saluran komunikasi antar selat Taiwan masih tetap ada, alasan mengapa setelah pemilu presiden, saluran komunikasi antar selat tidak digunakan, karena hal-hal yang relevan masih dalam tahap pengembangan.
Presiden terpilih baru akan mengambil alih pemerintahan pada tanggal 20 Mei mendatang, saat ini pemeringah sekarang setahap demi setahap mengalihkan pekerjaan administrasi pada pemerintah baru yang terpilih, terkait dengan masalah antar selat Taiwan selama masa transisi, Andrew Hsia mengemukakan, apa yang yang menjadi pekerjaannya akan tetap dikerjakan, hubungan antar selat Taiwan tidak seharusnya terhenti.
Andrew Hsia mengatakan, “Selaku pejabat negara, kami akan dengan agresif terus mempromosikan hubungan antar selat Taiwan, tetapi tindakan yang akan kami lakukan harus berhadapan dengan kongres dan perwakilan rakyat yang baru, untuk itu apabila perwakilan rakyat yang baru mengatakan tidak boleh melakukannya, kami tentu tidak melakukannya.”
Andrew Hsia menegaskan, yang tidak diteruskan sebelum turun dari jabatannya seperti pembahasan perjanjian perdagangan barang antar selat, mustahil apabila terus melanjutkan pembahasan dengan mengeyampingkan yuan legislative, tetapi ini bukan berarti pekerjaan pemerintah jadi terhenti, karena masih banyak pekerjaan persiapan yang harus dilakukan.