(Taiwan-ROC) Walikota Tainan. Lai Ching-te, hari Jumat (12/2) pukul 4 dinihari mengeluarkan pemberitahuan umum yang menyampaikan, sejak pukul 0 hingga 4 dini hari tadi menemukan 5 orang warga yang terjerat reruntuhan bangunan, meskipun ke 5 warga yang ditemukan dalam keadaan sudah tidak ada tanda-tanda hidup, Lai Ching-te juga mengemukakan, meskipun turunnya hujan menambah kesulitan dalam upaya pencarian, tetapi waktunya tidak terlalu lama, selain itu juga sudah ada perencanaan pengembangan penyelamatan sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar, saat ini tengah melakukan pencarian, tidak ada batasan waktu untuk berupaya sekuat tenaga mencari semua korban.
Gempa dashyat yang menguncangkan bagian selatan Taiwan pada tanggal 6 Februari subuh lalu hingga hari ini Jumat (12/2) sudah genap 6 hari, warga yang terjerat paling banyak ada di dalam puing bangunan A dan G, Lai Ching-te menegaskan untuk lantai 7 dan 8 gedung A yang anjlok ke bawah tanah sekitar 2-3 meter ditambah dengan lantai bawah tanah pada bangunan tersebut sehingga pertolongan mengeluarkan korban semakin sulit, saat ini peralatan besar telah berhasil mengeruk hingga 2-3 lantai, tetapi masih belum menemukan korban.
Lai Ching-te mengatakan, pada awalnya tim penolong beranggapan korban seharusnya berada lantai dasar, namun setelah selantai demi selantai puing bangunan dipindahkan sampai ke lantai dasar gedung A, para penolong semakin menghadapi kesulitan, namun pemerintah kota tidak putus asa, tidak peduli harus menghabiskan berapa lama, tetap akan berupaya keras untuk mencari semua korban.
Berdasarkan laporan dari harian United, 5 korban yang berhasil ditemukan pagi hari tadi (12/2) adalah seorang bermarga Lee dari gedung B, bermarga Chang, Liu dan anaknya dari gedung F6, terakhir yang berhasil ditemukan setelah perjuangan 30 jam adalah jasad seorang perempuan bermarga Chu, kelima warga dalam keadaan sudah meninggal ketika berhasil ditolong.