History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

(Gempa Meinong) Presiden Ma Berharap Utamakan Keamanan Gedung Bangunan

  • 11 February, 2016
  • Editor
(Gempa Meinong) Presiden Ma Berharap Utamakan Keamanan Gedung Bangunan
(Gempa Meinong) Presiden Ma Berharap Utamakan Keamanan Gedung Bangunan

        (Taiwan, ROC) – Berdasarkan informasi terakhir yang didapatkan dari Badan Pengendalian Bencana (CEOC) pada hari Kamis tanggal 11 Februari pukul 2 siang, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dahsyat di Selatan Taiwan sebanyak 60 orang, dan masih terdapat 76 korban yang masih belum diketahui statusnya. Presiden Ma pada hari yang sama telah mendatangi markas CEOC untuk mengetahui situasi kondisi terakhir terkait bencana gempa. Presiden Ma menyampaikan bahwa di Taiwan banyak terdapat gedung bangunan yang tingi, untuk itu semua pihak diharapkan dapat memetik pengalaman akibat gempa kali ini, dan dapat melakukan perbaikan seusai gempa terhadap gedung bangunan yang dikategorikan berbahaya, agar dapat menghindari bencana serupa terjadi kembali.

        Presiden Ma menyebutkan bahwa di jepang juga sering terjadi gempa bumi, dan yang terakhir pada saat terjadinya gempa bumi yang kemudian diikuti oleh badai tsunami, telah menyebabkan banyaknya korban jiwa. Dan dari setiap bencana gempa yang terjadi, dapat terlihat jika perlindungan dini dapat dilakukan, maka akan meminimalisasikan jumlah korban jiwa.

        Presiden Ma menjelaskan bahwa ada pihak pakar arsitek yang berkunjung ke lokasi bencana, dan menemukan bahwa runtuhnya gedung “Wei Guan”, sedikit banyak memiliki kemiripan dengan kasus runtuhnya gedung “Dung Hsin” di kota Taipei saat terjadinya gempa 21 September beberapa tahun yang lalu. Yang melegakan hati adalah usai pasca bencana gempa 921, maka pemerintah Kota Taipei memperketat peraturan pembangunan gedung dan penyelidikan yang lebih mendetail. Hal ini bukan hanya sekedar melakukan penyelidikan semata, namun ada yang hingga terpaksa dihentikan pembangunannya, untuk dapat menghindari terjadinya bencana di kemudian hari. Semua upaya ini juga akhirnya membuahkan keamanan dan tidak terdapat lagi gedung yang runtuh akibat gempa, terutama sejak peristiwa gempa 11 Maret.

        Presiden Ma mengatakan,, “Kali ini kami tidak memperbolehkan terjadinya bencana yang serupa terulang. Di Taiwan banyak terdapat bangunan yang tinggi, dan harus dilakukan penyelidikan yang mendetail dn menyeluruh. Menekan angka prosentase jumlah gedung yang berbahaya dan memperkecil jumlah bencana. Semua ini baru dapat disebut sebagai sebuah pengalaman dari bencana yang dapat kita petik. Jika melihat dari contoh yang terjadi di Jepang, maka ruang untuk belajar menjadi lebih baik lagi sebenarnya masih cukup besar.”

        Dari pihak CEOC menyebutkan bahwa semua korban bencana akan mendapatkan bantuan kucuran dana subsidi pengontrakkan rumah tempat tinggal. Sehubungan dengan bidang keamanan bangunan, pihak Kemendagri memiliki proposal restrukturasi bangunan, dan memperbolehkan masyarakat untuk mengajukan permohonan. Jika memang telah tercapai kesepakatan untuk pembangunan kembali gedung yang roboh, maka akan diikutsertakan dalam program restrukturasi yang diusung oleh pemerintah. Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi instansi pemda terkait.

Komentar

Terbarumore