(Taiwan, ROC) – Masa lalu budidaya buah kumkuat di Taiwan menghasilkan panen yang berlimpah sehingga diproses menjadi produk olahan yakni manisan, untuk produk buah manisan olahan dengan harga sangat rendah, tidak sedikit petani putus asa dan tidak lagi menjalankan penanaman buah ini, akibatnya industri buah kumkuat jatuh drastis, 8~9 tahun yang lalu, desa Chiaoshi kabupaten Yilan memasarkan produk kumkuat segar, penjualan sangat berhasil dan harga buah kumkuat juga meningkat berkali lipat. Tahun lalu dikarenakan mendapat serangan dari angin taifun Soudelor dan Dujuan, hasil panen berkurang separuh, harga naik hampir 50 persen, produk biasa untuk harga asal berkisar 40 hingga 50 dolar per kati, harga ini 5 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu, untuk produk yang lebih berkualitas harga lebih mahal melebihi dari 10 kali lipat.
Seluruh Taiwan luas tanah yang dimanfaatkan untuk budidaya buah kumkuat mencapai 285 hektar, hasil panen mencapai lebih dari 4.000 ton, panen yang dihasilkan berkisar pada setiap tahun bulan Nopember hingga tahun berikutnya di bulan Maret, budidaya tanaman ini di kabupaten Yilan hingga saat ini mencapai lebih dari 90%, penanaman buah kumkuat terfokus pada desa Yuanshan dan desa Chiaoshi, menjadi salah satu produk pertanian khusus di kabupaten Yilan.
Kumkuat oval merupakan nama umum dari buah kumkuat, buah yang berbentuk lonjong sangat cocok dijadikan sebagai produk manisan maupun produk buah segar. Di masa lalu penen buah kumkuat diproses menjadi produk makanan olahan yakni manisan buah, yang dijual dengan harga per kilogram berkisar 10 dolar Taiwan, bahkan adanya yang dijual lebih rendah dari 10 dolar, membuat tidak sedikit petani putus asa dan tidak lagi menanam buah kumkuat, industri buah kumkuat jatuh drastis.
8~9 tahun sebelumnya, sekelompok petani di desa Chiaoshi membentuk tim pemasaran khusus menjual produk buah kumkuat segar, memberikan pilihan buah kumkuat segar dan menjadikan harga buah kumkuat naik berkali lipat. Akan tetapi dikarenakan mendapat pengaruh dari angin taifun Soudelor dan Dujuan pada tahun lalu, sehingga di tahun ini hasil panen berkurang separuh. Konsultan koperasi produksi kumkuat Lanyang kabupaten Yilan, Lee Nien-yi mengatakan: “pada tahun lalu serangan angin taifun Soudelor dan Dujuan secara langsung mengarah ke Yilan, kawasan panen di lereng bukit berlawasan dengan punggung gunung, mengarah pada samudra Pasifik, pengaruh tiupan angin sangat parah, khususnya kebun yang mengarah ke utara, hampir semuanya musnah, semula diprakirakan kerugian mencapai 40 persen, namun saat ini diprakirakan kerugian mencapai lebih dari 50 persen.”
Lee Nien-yi mengatakan, serangan angin taifun musnahkan tanaman di gunung, hal ini juga membuat burung dan monyet di gunung turun ke dataran mencari makanan, termasuk tanaman kumkuat menjadi incaran mereka, petani tidak hanya menghadapi serangan dari angin taifun saja juga masih dari serangan dari hewan pemangsa, kerugian petani cukup parah.
Lee Nien-yi mengatakan, di bawah bantuan dari Dewan Pertanian, sementara ini mendapat subsidi sarana jala pelindung tanaman, diharapkan dapat menghindari serangan angin dan hewan pemangsa serta hama penyakit.