(Taiwan, ROC) – Menurut data statistik terakhir yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Bencana (CEOC), gempa dahsyat di Selatan Taiwan telah mengakibatkan 40 orang meninggal dunia, 539 korban luka berat dan ringan, dan masih terdapat sebanyak 107 korban yang masih belum ditemukan. Pemerintah Daerah Kota Tainan merencanakan akan menggelar upacara belasungkawa untuk para korban yang meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 12 Februari.
Departemen Urusan Sosial Masyarakat Kementrian Dalam Negeri pada hari Selasa tanggal 9 Februari, dalam laporannya menyebutkan bahwa upacara belasungkawa yang akan digelar oleh pemda Kota Tainan, akan dilangsungkan pada pagi hari jam 9:30 di rumah duka kota Tainan, ritual pemberian doa akan dilakukan pada pukul 10 pagi. Pelaksanaan upacara tersebut juga akan dibantu oleh berbagai organisasi agama berbeda yang ada.
Menteri Dalam Negeri, Chen Wei-jen telah meminta instansi terkait dari pusat untuk memberikan bantuan kepada pemda Kota Tainan. Chen mengatakan, “Hari Jumat adalah hari ke tujuh terhitung dari saat terjadinya gempa, yang juga merupakan hari ke lima dalam penanggalan kalender imlek. Jika pemda Kota Tainan membutuhkan bantuan dari pihak pusat untuk berhubungan dengan berbagai organisasi agama, saya akan meminta Departemen Urusan Sosial untuk memberikan bantuan.”
Chen Wei-jen menyebutkan bahwa upaya penyelamatan beradu dengan jalannya waktu. Hingga kini diprediksikan masih terdapat ratusan korban yang terperangkap dalam timbunan gedung yang runtuh. Sekalipun pihak pemerintah pusat bukan berada di garis depan penyelamatan, namun tetap melakukan komunikasi erat dengan pemda Kota Tainan. Selain itu karena suhu cuaca akan kembali hangat sejak tanggal 9 Februari, Chen Wei-jen meminta Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk memberikan bantuan kepada pemda Kota Tainan dalam hal sanitasi untuk mencegah terbentuknya penyakit wabah.