(Taiwan, ROC) Transaksi properti komersial di Taiwan pada 2015 mencatat nilai paling rendah untuk tujuh tahun terakhir sehubungan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi lokal, demikian berdasarkan laporan yang dihimpun dan dirilis oleh DTZ, suatu perusahaan konsultasi penjualan properti global di Taiwan.
Menurutnya, transaksi kantor dan toko di Taiwan berjumlah NTD 77,86 milyar (USD2,32 milyar) untuk tahun 2015 secara keseluruhan, lebih rendah 14% dibandingkan setahun sebelumnya.
Nilai ini juga mencatat rekor paling rendah sejak 2008 disebabkan penampilan ekonomi yang buruk, kata DTZ, dimana ekonomi Taiwan hanya bertumbuh 0,85% pada 2015, pertumbuhan paling rendah dalam enam tahun terakhir yang mencatat penurunan cukup besar dibandingkan 3,92% pada 2014.
Selain unsur ekonomi, DTZ menganalisis, unsur ketidaktentuan politik sebelum diselenggarakannya pemilihan umum presiden dan legislatif 16 Januari, 2016, juga menimbulkan banyak faktor tak tetap dalam pasar properti komersial 2015, sementara rencana reformasi perpajakan yang dipromosikan untuk memungut pajak keuntungan kapital dalam transaksi properti membuat banyak investor bersikap lebih konservatif.
Meski nilai transaksi meningkat cukup siknifikan menjadi NTD48,92 milyar pada kuartal keempat 2015, sehingga mendominasi lebih dari separuh nilai transaksi sepanjang tahun, peningkatan tersebut gagal membantu sektor properti komersial untuk bisa keluar dari kelesuan.
Laporan DTZ menganalisis, meningkatnya transaksi pada kuartal keempat pada hakekatnya disebabkan kebanyakan investor hendak mengelak dikenakannya pajak melalui suatu undang-undang baru yang mulai berlaku 1 Januari, 2016.
Regulasi untuk mencegah spekulasi pasar properti tersebut mengenakan pajak sebesar 45% bagi pihak yang menjual properti komersial ataupun residensial dalam kurun waktu tertentu setelah tanggal pembelian.