(Taiwan, ROC) – Gempa dahsyat berkekuatan 6,4 SR di Selatan Taiwan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 6 Februari dinihari, hingga berita ini diturunkan, jumlah korban luka dan meninggal terus menanjak naik. Berdasarkan data informasi dari Pusat Pengendalian Bencana (CEOC), jumlah korban meninggal telah bertambah menjadi 13 orang. Dari 480 warga yang menderita luka berat dan ringan, 97 di antaranya masih dirawat di berbagai rumah sakit yang berada di Selatan Taiwan. Saat pukul 21:00 waktu Taiwan, CEOC menggelar rapat laporan terkait bencana gempa untuk yang ke 5 kalinya. Dalam rapat tersebut, pihak Kemenlu juga menyebutkan telah menerima ucapan belasungkawa dan kesediaan untuk memberikan bala bantuan dari berbagai negara, termasuk instansi pemerintah dari Uni Eropa, Amerika dan Jepang.
Walau pusat gempa berada di kawasan Meinong, Kaoshiung, namun efek usai gempa yang paling mengenaskan terjadi di kota Tainan, dengan banyaknya gedung atau bagian struktur bangunan yang porak poranda.
Dalam rapat CEOC yang ke 5 kalinya pada hari yang sama, pihak Kemenlu menyebutkan telah menerima ucapan belasungkawa dan keinginan untuk memberikan bantuan penyelamatan korban akibat gempa kepada Taiwan, antara lain Uni Eropa, Amerika, Jepang, Singapura, Israel, Perancis, Honduras dan Nikaragua.
Wakil Komandan CEOC, Zhuo Shi-zhao telah meminta Kemenhankam dan NFA untuk terus membantu pemda setempat, guna melanjutkan tugas penyelamatan korban serta memperhatikan keselamatan regu penyelamat sendiri. Selain itu Zhuo juga meminta Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk membantu pemda setempat dalam hal penyediaan sarana penampungan sementara, pengobatan medis dan penyaluran dana sumbangan korban meninggal untuk anggota keluarganya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Setiap hasil pencarian dan penyelamatan serta jumlah korban meninggal atau luka, akan terus diperbaharui di situs resmi: www.emic.gov.tw
Zhuo Shi-zhao menjelaskan dalam situs tersebut juga telah tertera program restrukturasi usai bencana, termasuk prosedur dan hal lainnya yang wajib diperhatikan. Zhuo juga meminta dalam tampilan semua situs resmi milik instansi kementrian mengupayakan konektivitas dengan situs yang disebutkan. Konektivitas atau link antar situs, dapat memudahkan upaya sosialiasi dan pencarian informasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, dari pihak Pusat Keamanan Sekolah Kementrian Pendidikan memberikan laporan hasil pengamatan sementara, jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa sebanyak 289 sekolah. Kerusakan yang terjadi antara lain kaca pecah, atap, keramik dinding yang retak dan berjatuhan. Hasil prediksi awal kerugian akibat gempa untuk instansi sekolah di Kota Tainan dan Kaoshiung telah mencapai lebih dari NT$ 72 juta.