(Taiwan, ROC) – Kota Tainan dikenal sebagai kota bersejarah yang dilengkapi dengan bangunan peninggalan bersejarah. Namun gempa dahsyat yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 6 Februari telah menyebabkan berbagai kerusakan pada bangunan-bangunan yang ada. Pemerintah Kota Tainan telah mengumumkan penutupan sementara untuk masyarakat umum, sembari melakukan penelitian lebih lanjut dengan Kementrian Kebudayaan, terkait kondisi kerusakan yang dialami dan resiko keselamatan para pengunjung.
Berdasarkan pengamatan awal Departemen Kebudayaan Pemerintah Kota Tainan, gempa bumi kali ini menyebabkan 24 bangunan bersejarah mengalami kerusakan dengan kondisi yang berbeda. Kondisi dinding yang retak dan pilar yang berpindah letaknya terjadi di Kuil Dewa Perang (Sin Dian Wu Miao). Bagian dinding dalam Kuil Grand Matsu juga retak dan pintu masuk utama juga telah berpindah tempat. Sementara Kuil Konfusius yang memang telah memiliki celah retak pada bagian dinding, terlihat menjadi lebih besar. Semua lokasi wisata penting di kota Tainan ditutup untuk umum, guna menghindari masalah yang berhubungan dengan keselamatan para pengunjung.
Kepala Departemen Kebudayaan Pemerintah Kota Tainan, Yeh Tse-shan menjelaskan gempa juga telah mengakibatkan ada bagian bangunan yang jatuh ke jalan, dan pihaknya telah melakukan pembersihan benda yang jatuh berserakan di jalan. Agar dapat menghindari bahaya yang berkemungkinan terjadi terhadap para pengunjung, maka pihaknya memutuskan untuk menutup seluruh kawasan lokasi wisata yang mengalami kerusakan akibat gempa, hingga penyelidikan yang lebih mendetail dan keselamatan pengunjung dipastikan aman, baru akan dibuka kembali untuk umum.