(Taiwan, ROC) Sehubungan dengan terjadinya kerusuhan di negara Vietnam belum lama ini, Perdana Menteri Jiang Yu-hwa pada hari Kamis tanggal 15 Mei, dalam rapat Yuan Eksekutif, mengutarakan bahwa pihaknya telah menghubungi Kementerian Luar Negeri dan intansi terkait lainnya dalam dua hari terakhir ini. Dalam menghadapi permasalahan kerusuhan tersebut, Presiden Ma Ying-jeou pada hari Rabu tanggal 14 Mei malam hari menggelar pertemuan tingkat tinggi. Guna mengimplementasikan amanat yang diberikan oleh Presiden Ma, maka Yuan Eksekutif telah membentuk Tim Khusus Penanggulangan Masalah Kerusuhan di Vietnam, dan menunjuk Wakil Perdana Menteri Mao Chi-kuo selaku ketua pengundang peserta rapat. Dan pada hari Hari Kamis sore akan menggelar rapat diskusi yang pertama, dan diharapkan melalui rapat ini dapat m,erangkul semua intansi yang terkait, mendengarkan perkembangan terbaru yang terjadi di Vietnam, mengambil keputusan yang akan dilakukan oleh pemerintah dan menghidupkan fungsi diskusi lintas kementrian.
Jiang Yu-hwa meminta Kementrian Luar Negeri untuk terus melakukan negosiasi dengan jalur diplomasi dengan pihak pemerintah Vietnam, guna dapat memberikan jaminan dalam pengembalian stabilitas kehidupan sosial masyarakat, kedaulatan negara, perlindungan kepada semua pengusaha Taiwan dan jaminan keamanan kehidupan masyarakat Tionghua Perantau yang ada di Vietnam. Tim Khusus yang dibentuk tersebut juga akan terus mengusut masalah pengembalian ganti rugi jika diperlukan.
Juru bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun孫立群 mengatakan, berkenaan dengan masalah investasi dan permintaan pengembalian kerugian material para pengusaha Taiwan yang berada di Vietnam, kami juga akan memberikan perhatian yang tinggi terhadap hal tersebut. Selain itu juga meminta Kementrian Perekonomian untuk dapat terus mendapatkan informasi yang selengkapnya, guna dijadikan sebagai sebuah bukti untuk pengajuan ganti rugi kepada pihak pemerintah Vietnam atau instansi yang terkait, agar hak para pengusaha Taiwan dapat terjamin.”
Jiang Yu-hwa menjelaskan bahwa saat ini kerusuhan yang terjadi di Vietnam telah dapat teratasi, namun pihaknya masih terus akan meminta kementrian terkait untuk dapat terus memantau perkembangan selanjutnya. Jika kerusuhan yang terjadi semakin memburuk, maka berkemungkinan pula untuk mengupayakan pemulangan semua warga negara Taiwan yang berada di sana. Jiang juga meminta pihak Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Transportasi Departemen Pariwisata untuk dapat terus melakukan pengintaian terhadapt situasi yang terjadi dan segera melakukan perubahan tanda bahaya jika diperlukan. Selain itu, Jiang juga meminta instansi yang terkait untuk dapat membantu pengembalian biaya perjalanan bagi warga Taiwan yang berencana untuk melakukan perjalanan wisata ke Vietnam.
Selain itu, Perdana Menteri Jiang Yu-hwa meminta jurus bicara Yuan Eksekutif maupun juru bicara dari instansi yang lain agar dapat terus memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat, sehingga dapat menenangkan hati warga dan melindungi para pengusaha serta hak-hak para warga Tionghwa Perantau yang ada di VietnamBursa Saham dan Kurs Taiwan