Kasus kerusuhan yang terjadi di Vietnam telah memberikan dampak buruk terhadap para pengusaha Taiwan yang berada di sana. Dewan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Negara, Yuan Legislatif, pada hari Kamis tanggal 15 Mei pagi hari telah meminta Kementrian Luar Negeri, Biro Keamanan Nasional (NSB) dan Dewan Urusan Komunitas Tionghwa Perantau (OCAC) untuk hadir dalam sidang rapat guna memberikan laporan yang lebih terperinci perihal cara pengentasan masalah dan penanggulangannya.
Ketua OCAC, Chen Shyh-kwei saat diinterpelasi menyebutkan bahwa hingga kini terdapat sekitar 300 lebih pengusaha Taiwan yang tinggal di Hotel Binh Duong, 100 lebih pengusaha lainnya berada di posko keamanan setempat. Ke 400 orang pengusaha Taiwan dalam keadaan baik dan selamat. Pihak OCAC juga terus melakukan serangkaian komunikasi dengan kedua tempat pengungsian tersebut. Banyak dari para pengusaha yang berharap dapat kembali ke pabrik mereka untuk melakukan pemeriksaan dan tidak berencana untuk meninggalkan Vietnam. Jika ada pengusaha Taiwan yang pingin meninggalkan Vietnam, pihak Kamar Dagang Taiwan juga telah mempersiapkan kendaraan untuk mengantar mereka ke kota Ho Chi Minh.
Chen Shyh-kwei menyampaikan bahwa Pemerintah Vietnam telah mengerahkan pasukan anti huru hara guna meredakan ketegangan situasi kawasan yang ada. Namun aksi demonstrasi masih tetap ada dan berlangsung di Vietnam. Berkenaan dengan apakah harus segera memulangkan warga Tionghwa Perantau, Chen Shyh-kwei menjelaskan bahwa pihak OCAC telah siap sedia, dimana penerbangan jalur internasional juga telah ditambah guna mengantisipasi kekhawatiran yang berkemungkinan terjadi. Namun pemerintah Taiwan memutuskan masih belum perlu untuk mengutus kapal perang atau kapal induk untuk merapat ke sana.
Chen Shyh-kwei mengatakan, kini telah ada penambahan jumlah penerbangan pesawat, sehingga jumlah pesawat untuk hari ini dan besok tidak akan menjadi masalah, kapan saja dibutuhkan dapat segera didukung. Karena jumlah tempat duduk pesawat masih mencukupi, maka pemerintah merasa belum perlu saatnya untuk mengutus kapal perang maupun kapal induk.”
Selain itu, Ketua Biro Keamanan Nasional (NSB), Li Xiang-zhou menjelaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian yang tinggi terhadap permasalahan ini, sehingga telah mengutus semua intansi yang terkait untuk bekerjasama, terlebih-lebih dalam hal memulangkan para pengusaha Taiwan yang ada di sana. Jika situasi berkembang menjadi tidak terkontrol, maka berkemungkinan juga untuk mengutus kapal terbang khusus.
Ketua Departemen Penerbangan (CAA) Shen Chi juga menyampaikan bahwa kerusuhan yang terjadi di kota Binh Duong Vietnam sejak tanggal 13 Mei lalu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan perusahaan penerbangan untukdapat menambah jumlah penerbangan ke Vietnam. Sejak tanggal 14 Mei, China Airlines telah menambah sebanyak 113 tempat duduk dalam pesawatnya, selain itu perusahaan penerbangan lainnya seperti Mandarin Airlines, Eva Air, Uni Air dan Vietnam Airlines, sejak hari Kamis tanggal 15 Mei juga telah menambah penerbangan atau merubah jenis pesawatke yang lebih besar, dengan jumlah total mampu menampung sebanyak 1.075 penumpang.
Berkenaan dengan hal ini, pihak Departemen Penerbangan (CAA) juga meminta pihak perusahaan penerbangan tidak menaikkan biaya tiket perjalanan.