(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou beserta Perdana Menteri Chang Shan-cheng pada hari Sabtu tanggal 6 Februari pagi hari usai melakukan peninjauan ke Tainan, wilayah yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa, telah kembali ke Pusat Pengendalian Bencana (CEOC) untuk melanjutkan kendali operasional dan koordinasi kerjasama lintas instansi dalam negeri. Presiden Ma menjelaskan banyak warga setempat yang melaporkan langsung kepadanya berkenaan dengan luka dan sebagian warga yang masih berada dalam bangunan yang runtuh. Ma berharap warga yang masih terperangkap dalam runtuhan bangunan dapat segera diselamatkan. Pihak pemerintah telah menjalankan proses penyelamatan dan berupaya semaksimal mungkin, sehingga dapat meminimalisasikan jumlah korban.
Presiden Ma Ying-jeou pada pagi hari pukul 6 telah memasuki kantor CEOC, selanjutnya segera bertolak menuju Tainan dengan pesawat kepresidenan untuk melakukan rapat laporan bencana dengan pemda setempat.
Presiden Ma menyebutkan dari hasil laporan yang diterima, banyaknya jumlah korban bencana gempa karena mayoritas warga masih dalam keadaan tidur, sehingga tidak sempat menghindar dan tertimpa oleh benda yang berjatuhan akibat gempa yang terjadi pada pukul 3:57 dinihari.
Presiden Ma mengatakan,“Hingga saat ini masih terdapat sebagian warga yang berada dalam reruntuhan bangunan, diharapkan warga yang terperangkap dapat segera tertolong. Waktu terus berjalan, semua pihak sangat cemas, namun kami juga meminta regu penyelamat dalam berupaya semaksimal mungkin.”
Presiden Ma menjelaskan bahwa kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan keselamatan berjalan dengan baik. Kemenhankam juga telah menurunkan prajurit untuk memberikan bantuan penyelamatan. Ma juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas peran sertanya dalam pasca penyelamatan bencana.