History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Musim Dingin Meningkatkan Harga Sayur dan Buah CPI Januari Naik 0,81%

  • 05 February, 2016
  • Editor
Musim Dingin Meningkatkan Harga Sayur dan Buah  CPI Januari Naik 0,81%
Ketua Komprehensif DGBAS, Cai Yu-tai

(Taiwan-ROC) Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) hari Jumat (5/2) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Januari yang menunjukkan kenaikan sebesar 0,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penyebab utamanya adalah harga barang elektronik rumah tangga, buah-buahan, sayur mayur dan produk laut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, untuk harga buah-buahan naik 10,70% dan sayur mayur meningkat sebesar 6,60%, ditambah dengan harga makanan racikan naik 4,28% dan makanan siap saji meningkat sebesar 1,78%.

Namun berhubung dengan menurunnya harga minyak dan bahan bakar sehingga harga produk elektronik lebih rendah dari tahun kemarin, mengurangi sebagian dari kenaikan harga konsumen, terutama untuk bahan minyak yang mengalami penurunan sebesar 15.50%. Tetapi sebagian dari tariff listrik karena ada program pengembalian tariff listrik di bulan yang sama tahun sebelumnya, sehingga tariff dasar menjadi lebih rendah, sehingga tariff listrik bulan bersangkutan terlihat naik sebesar 21, 18%.

DGBAS juga menegaskan, bulan Februari merupakan masa puncak liburan, ditambah dengan arus angin dingin yang merusak produksi pertanian, mungkin akan meningkatkan harga barang, diperkirakan CPI bulan Februari akan terus meningkat

Ketua Komprehensif DGBAS, Cai Yu-tai mengatakan,”Seumpama dijadikannya sebagai harga, bulan Februari lebih tinggi dari bulan Januari, juga lebih tinggi dari bulan Februari tahun lalu, tetapi tingkat penambahan tahunannya tidak akan lebih tinggi atau rendah dari 0,81%, ini semua mungkin.”

Terkait dengan Indeks Harga Grosir (WPI), dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu memperlihatkan penurunan sebanyak 4,82%, merupakan penurunan terkecil selama 13 bulan terakhir, dan turun selama 17 bulan berturut-turut. DGBAS menganalisa, penyebab utamanya karena dipengaruhi dengan harga logam, batu bara dan bahan bakar yang terus menurun.

Komentar

Terbarumore