(Taiwan, ROC) - Ke 12 negara anggota Kemitraan Trans Pasifik (TPP), hari Kamis tangal 4 Februari menandatangani perjanjian di Selandia Baru, Perdana Menteri Chang Sen-cheng dalam rapat di Yuan Eksekutif menyampaikan, 4 Februari merupakan momentum bagi TPP, mulai hari ini, semua anggota yang tergabung dalam TPP dalam kurun waktu 2 tahun bisa menyelesaikan ratifikasi pelayanan domestiknya, untuk itu Taiwan harus mempercepat langkah revisi kebijakan yang belum sesuai, dengan demikian baru memiliki kesempatan untuk dapat bergabung dalam TPP.
Juru bicara Yuan Eksekutif, Sun Li-jun mengutip, “Ulasan peraturan merupakan hal yang penting, peraturan yang tidak sesuai harus secepatnya direvisi, dengan demikian baru ada kesempatan bergabung dalam TPP. Terima kasih atas kerja keras dan upaya rekan kerja serta kerjasama dari kementerian ekonomi dan kementerian lainnya, meminta wakil perdana menteri Woody Duh terus mempromosikan berbagai persiapan kerja, kami berharap dapat secepatnya mencapai target bergabung dalam TPP”
Ketua Biro Perdagangan, Kementerian Ekonomi, Yang Cen-ni, dalam jumpa pers setelah rapat Yuan Eksekutif menyampaikan, sejak Oktober tahun lalu, berdasarkan peraturan tertulis perjanjian TPP Kementerian Ekonomi mendapati ada 12 peraturan yang berbeda, bahkan pada akhir Maret mendatang gelombang pertama rancangan amandemen undang-undang dalam negeri akan diajukan ke Yuan Eksekutif untuk diperiksa, sebelum akhir Mei akan mengajukan penilaian dampak keseluruhan di 8 bidang yaitu ekonomi, sosial, budaya, hak asasi manusia, lingkungan, kesetaraan gender, kesetaraan kerja dan kesetaraan etnis minoritas.
Yang Chen-ni mengatakan, “Selain itu, pada bagian industri individu, kami akan mengajukan laporan penilaian dampak terhadap pelayanan perdagangan elektronik, kekayaan intelektual, pertanian, industri, finansial, jasa telekomunikasi, jasa pendidikan, jasa teknik, jasa lingkungan dan Industri lainnya, juga akan kami ajukan pada bulan Mei mendatang.
Kementerian Ekonomi menyampaikan, untuk lebih dapat memahami perjanjian TPP, kemenko akan mengutus rombongan ke negara anggota TPP untuk memastikan isi perjanjian yang benar dan pengalaman negosiasi, selain itu akan terus mengunakan berbagai peluang dan negosiasi dengan negara-negara kawasan dan negara-negara anggota TPP, meraih dukungan bagi Taiwan untuk bergabung dalam TPP.