History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CDC Ajukan Tes Kilat 48 Jam Penyakit Virus Zika

  • 04 February, 2016
  • Editor
CDC Ajukan Tes Kilat 48 Jam Penyakit Virus Zika
CDC Ajukan Tes Kilat 48 Jam Penyakit Virus Zika

        (Taiwan, ROC) – Epidemik penyakit virus Zika telah merebak ke berbagai negara di dunia. Kini terdapat lebih dari 30 negara di dunia yang melaporkan ditemukannya kasus penderita virus Zika, khususnya negara-negara yang berada di kawasan Amerika Tengah dan Selatan, serta di wilayah perairan Laut Karibia. Instansi kesehatan terkait yang berada di Brazil melaporkan jumlah penderita virus Zika telah mencapai lebih dari 440 ribu pasien, sementara di Kolombia juga dilaporkan jumlah pasien virus Zika telah mencapai sebanyak 20 ribu orang.

        Pusat Pencegahan Penyakit Menular Kementrian Kesehatan pada hari Kamis tanggal 4 Februari menyampaikan bahwa pada tanggal 10 Januari ditemukan kasus pertama virus Zika yang berasal dari luar Taiwan. Hingga saat ini juga telah ditemukan sebanyak 253 kasus yang memiliki gejala serupa dengan penyakit virus Zika di Bandara Taoyuan. Namun semua gejala telah dipastikan bukan karena virus Zika, sehingga di Taiwan sendiri masih belum ditemukan munculnya kasus penyakit Zika dari dalam negeri.

        Karena penyakit virus Zika telah dikategorikan sebagai epidemik internasional, Taiwan juga telah membentuk pusat pengontrolan epidemik terkait. Pihak CDC sendiri juga telah meningkatkan kualitas sarana laboratorium, sehingga hasil tes dapat segera diketahui dalam kurun waktu 48 jam sejak pelaporan kasus.

Wakil Kepala CDC, Chou Jih-haw mengatakan, “Kini kami tetap menjalin hubungan yang erat dengan pihak Jepang dan Amerika. Kami kini juga tengah meningkatkan persiapan laboratorium terkait. Kami juga meminta semua staf karyawan untuk tidak lengah saat memasuki masa libur tahun baru imlek. Bagi yang mendapati gejala-gejala serupa dengan penyakit virus Zika, harus segera menjalani pengecekan lebih lanjut.”

        CDC menjelaskan bahwa gejala atau efek yang akan dialami oleh manusia dewasa masih dikategorikan ringan. Namun bagi ibu hamil, efek dari penyakit virus Zika bisa menyebabkan bayi yang kelak dilahirkan berkemungkinan memiliki penyusutan pada bagian kepala. Pihak rumah sakit bidang persalinan juga telah diminta untuk memberikan laporan jika menemukan bayi yang baru lahir memiliki bentuk kepala yang berbeda dengan umumnya.

Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun mengatakan, “Perdana Menteri menyebutkan sehubungan dengan upaya pencegahan virus Zika, telah meminta Kementrian Kesehatan untuk memastikan jumlah suplai yang dimiliki oleh Pusat Pencegahan Demam Berdarah di Universitas Medis Kaoshiung. Selanjutnya akan meminta staf ahli, Zhong Jia-de, mengkoordinasikan Kementrian Kesehatan, Kementrian Teknologi dan Dewan Perlindungan Lingkungan, untuk bersama merancang program pencegahan yang lebih sinergis”

Komentar

Terbarumore