(Taiwan-ROC) – Pada hari ini (30/1), Presiden Ma Ying-jeou, saat melakukan kunjungan ke Taiwan Generation Corp. menyampaikan, keyakinan atas usaha perusahaan terhadap penegembangan sumber energi ramah lingkungan serta percaya bahwa kebijakan energi yang baik adalah untuk mencari kombinasi yang paling tepat.
Pada pagi hari ini, Kepala Negara dalam kunjungannya didampingi oleh Menteri Ekonomi, John Chen-chung Deng dan Kepala Biro Energi, Lin Chuan-neng (林全能), menuju ke kawasan industri Nangang, Nantou untuk meninjau Swancor dan mendengarkan pemaparan dari CEO Swancor, Robert Tsai (蔡朝陽), tentang keadaan pembangkit listrik lepas pantai tenaga angin.
Setelah mendengarkan pemaparan dari Robert Tsai, Presiden mengatakan, selama kita dapat berjanji untuk tidak membatasi listrik, harga listrik yang terus stabil dan mencapai target untuk mengurangi emisi karbon bagi dunia internasional, memastikan keamanan energi nuklir, mengurangi kekuatan nuklir, menciptakan lingkungan energi hijau rendah karbon dan secara bertahap menuju negeri yang bebas nuklir, merupakan target utama dalam kebijakan energi.
Kepala Negara mengatakan, pembangkit listrik tenaga matahari dan tenaga angina, saat ini masih sangat terbatas dan memiliki beberapa kelemahan. Sulit untuk memenuhi kebutuhan listrik secara maksimum untuk 24 jam sehingga belum bisa menghapuskan pembangkit energy lainnya seperti tenaga bahan bakar fosil (batubara, gas alam, minyak bumi) dan tenaga nuklir. Kebijakan energi yang baik adalah, mencari kombinasi yang tepat terutama menyelesaikan kesulitan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil dan tenaga nuklir yang saat ini menduduki 95% sumber energi dalam negeri.
Presiden menekankan, beliau bukan berarti mempromosikan tenaga nuklir, namun beranggapan untuk tidak melepaskan sumber energi yang sudah pasti dan pemerintah akan sepenuhnya mendukung pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Beliau percaya, setelah pemerintahan beralih ke partai DPP, pemerintahan yang baru juga akan terus mendukung hal tersebut. Namun apabila menghapuskan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 1, 2 dan 3 sehingga pada tahun 2025 tidak ada tenaga nuklir, apakah hanya dengan tenaga hijau dapat bertahan? Ini akan menjadi pertanyaan yang sangat besar.