History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chang San Cheng : Pemerintah Baru Yakin Perjanjian Perdagangan Barang Baru Dapat Diteruskan

  • 29 January, 2016
  • Editor
Chang San Cheng : Pemerintah Baru Yakin  Perjanjian Perdagangan Barang Baru Dapat Diteruskan
Chang San Cheng Menerima Wawancara Radio

(Taiwan-ROC) Chang San-cheng (張善政) yang sebentar lagi akan menjabat sebagai perdana menteri Republik Tiongkok (ROC), hari Jumat (29/1) ketika menerima wawancara khusus menyampaikan, saat ini hasil pembahasan perjanjian perdagangan barang Taiwan dan Daratan Tiongkok lebih baik dari perjanjian perdagangan bebas Daratan Tiongkok dan Korea, tetapi pihak antar selat Taiwan juga mengkhawatirkan apakah hasil pembahasan ini akan diteruskan setelah pemerintahan baru naik, untuk itu Daratan Tiongkok bersikap ambigu. Chan San-cheng menegaskan, tim kabinet tidak “menjual Taiwan”, apabila Partai Progresif Demokrat setelah mengambil alih kekuasaan dapat yakin dengan hasil pembahasan, maka 4 bulan mendatang baru dapat meneruskan pembahasan perdagangan barang dengan lebih mendasar.


Wakil PM Chang San-cheng yang sebentar lagi akan naik menjadi PM ROC, tanggal 29 Januari ketika menerima wawancara dari sebuah radio menyampaikan, apakah pembahasan perjanjian perdagangan barang antar selat Taiwan akan diteruskan, pihaknya tidak memiliki kekuasaan yang besar, karena pihak Daratan Tiongkok meragukan apakah hasil pembahasan sebelumnya dapat dilanjutkan setelah pemerintahan baru naik.

Chang San-cheng menyampaikan, saat ini pembahasan perjanjian perdagangan barang Taiwan – Daratan masih lebih unggul dibandingkan dengan FTA Daratan Tiongkok dan Korea, tim negosiator berupaya sekuat tenaga untuk meraih keuntungan bagi Taiwan, tidak akan “menjual Taiwan”. Chang menegaskan, setelah pemerintah DPP mempelajari dan yakin dengan hasil pembahasan, dengan demikian baru dapat melanjutkan pembahasan lebih mendasar dengan Daratan Tiongkok 4 bulan mendatang.

Chang San-cheng mengatakan, “Untuk itu sebelum 20 Mei, pembahasan perdagangan barangpertama sama sekali tidak ada perkembangan; yang ke dua ada perkembangan, tetapi tidak mungkin ditandatangani, kemungkinan untuk ditandatangani sangat kecil, sebenarnya dengan situasi belum ditandatangani, masih bisa mengembalikannya. waktu yang tepat untuk memastikan hasil yang tidak menjual Taiwan, agar apa yang telah hasilkan tidak mundur atau kembali nol, dengan demikian baru memiliki kesempatan bagi antar selat Taiwan untuk berjalan bersama .”

Chang San-cheng menyampaikan, perjanjian perdagangan barang sangat penting bagi perkembangan ekonomi Taiwan, meskipun ia setuju dengan apa yang dikatakan ketua DPP Tsai Ing-wen untuk memperluas pasar ASEAN dan India, tetapi kecepatan perkembangan ekonomi kedua wilayah ini belum dapat mengejar Daratan Tiongkok, produsen Taiwan tidak bisa melewati masa vakum ini.

Chang San-cheng mengemukakan, saat ini Daratan Tiongkok bersikap ambigu terhadap pembahasan perdagangan barang, karena sikap yang diambil setelah Tsai Ing-wen mengambil alih pemerintahan menjadi kunci penting dan akan mempengaruhi reaksi dari Daratan Tiongkok.

Selain itu, terkait dengan terdengarnya kabar jalur hangat antar selat Taiwan “terputus”, dan pihak Daratan Tiongkok menolak telpon dari Taiwan; Chang Sen-cheng menyampaikan, jalur ini tidak terputus, tetapi apakah pihak Daratan Tiongkok menerima telpon Taiwan, ini masalah lain, MAC tengah mengupayakannya.

Chang San-cheng mengatakan, “Jalur hangat ini tidak terputus, tetapi pihak sana terima atau tidak telpon, ini lain masalahnya. Untuk ini MAC tengah mengupayakannya. Tidak bisa berkata begitu, belum terhubung tidak bisa mengatakan tidak terhubung. Saya tentu bisa (prihatin mengembangkan hubungan lintas selat).”

Chang San-cheng setelah selesai wawancara lebih lanjut menyampaikan, ia tidak bisa membeberkan secara rinci, tetapi setelah pemilu jalur hangat antar selat Taiwan belum dibicarakan, MAC tengah agresif berupaya menghubunginya.

Di samping itu, terdengar rumor Asosiasi Pariwiwata Global akan mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan, Chang San-cheng menegaskan, pihak sana telah mengemukakan tidak ada rencana seperti itu, tetapi pihak setelah partai DPP mengambil alih kuasa, namun adanya rumor antar industri akan ada pemotongan seperti ini, untuk itu pemerintah akan lebih berhati-hati mengamatinya.

Komentar

Terbarumore