(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC), Ma Ying-jeou, hari Jumat (29/1) ketika menerima kunjungan “Delegasi Pemimpin Tionghua Perantau Thailand” menyampaikan, kebijakan antar selat Taiwan setelah beliau menjabat sebagai presiden, ROC mempertahankan konstitusi dengan mempertahankan tidak bersatu, tidak merdeka, tidak mengunakan senjata. Presiden juga membeberkan, beberapa waktu lalu pada saat pemilu presiden, ke 3 kandidat masing-masing mengemukakan “status quo”, negara demokratis seperti ini sangat jarang, karena kebanyakan oposisi mengharapkan perubahan.
Presiden beranggapan, semua ingin mempertahankan keadaan sekarang, ini merupakan keyakinan yang paling tinggi bagi pemerintahan selama 8 tahun terakhir ini, dengan unsur “Konsensus 92” yang paling penting di dalamnya.
Presiden mengatakan, “Mempertahankan situasi sekarang merupakan ciptaan kami, dan ternyata tidak peduli partai mana, semua merasa adalah tepat, mempertahankan situasi sekarang hubungan antar selat Taiwan, saya rasa ini merupakan keyakinan yang paling tinggi dari pemerintahan kami selama 8 tahun lalu, jika tidak mengapa mereka tidak mengungkit perubahan? Mengapa kami bisa melakukan demikian, poin yang paling penting adalah consensus 92”.
Presiden juga mengungkapkan, antar selat Taiwan telah berhasil mengumpulkan saling percaya baru bisa membuatnya pada November tahun lalu berhasil menyelenggarakan pertemuan dengan pemimpin Daratan Tiongkok di Singapura, kedua belah pihak saling menyebut “tuan”, tidak menyebut nama negara dan jabatan, sedangkan biaya makan juga dibayar sendiri-sendiri, masing-masing pihak membawa sendiri arak dan lainnya yang menunjukkan kesetaraan posisi. Presiden mengemukakan, bahkan majalah ekonomi Inggris beranggapan, ini merupakan konsesi terbesar sejak tahun 1980-an di mana Daratan Tiongkok mengangkat isu inti kedaulatan.
Presiden berharap melalui persahabata seperti ini dapat membuat hubungan antar selat Taiwan berjalan stabil, dan ini sangat penting bagi Taiwan. Beliau juga berharap setelah 20 Mei pemerintahan baru berkuasa dapat lebih memperhatikan topic ini dan terus mempertahankan perdamaian antar selat Taiwan.