History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma : Perdamaian Antar Selat, Negara Baru Bisa Aman Sentosa

  • 27 January, 2016
  • Editor
Presiden Ma : Perdamaian Antar Selat, Negara Baru Bisa Aman Sentosa
Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九)

(Taiwan, ROC) – Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) hari ini (27/1) menyematkan “Medali Mengenang Periwara Pelindung Taiwan, Republik Tiongkok” kepada pahlawan yang telah berjasa. Presiden Ma menyampaikan bahwa, perdamaian itu bukan jatuh dari langit, semua pihak harus menghargai hal itu, apabila tidak ada perdamaian antar selat maka demokrasi Taiwan pasti akan terancam. Beliau menyampaikan, sejarah kekuasaan Tiongkok itu bersatu dan bercerai, jarang menggunakan perdamaian sebagai solusinya, namun kita yang hidup jaman sekarang harus lebih bijaksana dari pada nenek moyang, semakin harus menggunakan cara yang damai untuk menyelesaikan pertikaian, dengan demikan negara baru bisa memerintah dengan aman sentosa

Dalam rangka memberikan penghormatan kepada pahlawan yang ikut dalam Pertempuran Kuningtou pada tahun 1949, Kementerian Pertahanan secara khusus memberikan “Medali Mengenang Perwira Pelindung Taiwan, Republik Tiongkok”, hari ini (27/1) Presiden Ma menyematkan medali itu kepada 47 orang yang pernah terlibat dalam pertempuran itu.

Dalam pidatonya, presiden menegaskan : Sebagai Presiden Republik Tiongkok, bertanggung jawab untuk mewariskan sejarah ini kepada generasi berikutnya, sehingga selamanya kita diingatkan untuk belajar dari sejarah dan betapa berharganya perdamaian itu, hari ini perdamaian dan kemakmuran Taiwan bukan jatuh dari atas langit, jangan dilihat sebagai sesuatu yang layak dan sudah sepantasnya, ini semua adalah pengorbanan darah dan nyawa dari para pendahulu kita.

Kepala negara juga menuturkan mengenai bersatu dan bercerainya Tiongkok, beliau mengatakan : Dari sejarah Tiongkok yang ada, boleh dikata pemerintahan yang bersatu dan terpecah belah adalah hal biasa, 70%nya adalah dalam kondisi bersatu, sedangkan 30%nya adalah terpisa. Baik itu dari yang terpecah belah lalu bersatu atau dari yang bersatu menjadi terpecah belah, jarang yang terjadi bukan karena perang, jarang yang tidak terjadi pertumpahan darah, kami yakin kita lebih bijaksana dari pada orang jaman dahulu, bahkan kita tahu bahwa di masyarakat yang bermartabat, perdamaian adalah cara untuk menyelesaikan pertikaian.

Presiden Ma menegaskan, apabila tidak ada perdamaian di antar selat maka perkembangan demokrasi dan ekonomi Taiwan akan mengalami ancaman. Pemerintah di satu sisi akan menjaga kemampuan pertahanan negara namun tidak akan menggunakan cara perang, karena hanya lewat perdamaian dan tanpa menggunakan kekerasan maka negara baru bisa memerintah dengan aman sentosa.

Komentar

Terbarumore