(Taiwan, ROC) Institut Riset Ekonomi Taiwan (TIER) hari Senin (25/1) merevisi prakiraan bagi pertumbuhan ekonomi domestik untuk 2016 menjadi 1,56%, lebih rendah 0,27% dibandingkan prakiraan sebelumnya yang diumumkan awal November 2015.
Ini adalah prakiraan laju ekonomi 2016 paling pesimis bagi Taiwan diantara prakiraan-prakiraan dari lembaga riset ekonomi lokal lain.
Institut Riset Ekonomi Chung-Hua (CIER) dan Institut Riset Taiwan sebelumnya telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi melampaui 2%; sementara itu, Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) dibawah Yuan Eksekutif memperkirakan GDP Taiwan untuk 2016 akan lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan tahun ini menjadi 2,32%, dan Yuanta-Polaris serta Academia Sinica masing-masing memproyeksikan laju ekonomi setinggi 1,93% dan 1,74%.
Direktur pusat prakiraan ekonomi dibawah TIER Gordon Sun Ming-the (孫明德) mengutarakan, diturunkannya prakiraan laju ekonomi Taiwan untuk 2016 dilaksanakan atas pertimbangan semakin lesunya ekonomi domestik dan global, dimana banyak institusi prakiraan internasional juga telah merendahkan prakiraan masing-masing bagi ekonomi global 2016.
Sun mengatakan, “Sekarang kita berada pada masa transisi kekuasaan antara pemerintah lama dan baru. Dulu, pemilu kita diadakan Maret, jadi sampai waktu pelantikan presiden baru pada bulan Mei hanya dua bulan saja, lagipula kondisi ekonomi Taiwan dari tahun 2000 hingga 2008 termasuk baik, maka pengaruhnya tidak besar. Tapi tahun ini kondisi internasional berubah terus, penampilan ekonomi kurang bagus, ditambah dengan masa transisi kekuasaan sepanjang empat bulan. Pemerintah saat ini harus berusaha mempertahankan kondisi bagi pemerintah baru. Apakah kemakmuran ekonomi Taiwan bisa dijaga, inilah yang kami khawatirkan.”
Juga menurut prakiraan TIER, pertumbuhan indeks harga konsumen (CPI) 2016 akan mencapai 0,71%, juga lebih rendah 0,43% dibandingkan prakiraan sebelumnya.
Menurut TIER, faktor utama diturunkannya angka tersebut terus turunnya harga minyak internasional, sehingga efeknya mungkin dirasakan hingga akhir tahun, membuat kenaikan harga barang menjadi lebih sulit.