History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Pertemuan Ma-Xi Bukti Nyata

  • 23 January, 2016
  • Editor
Presiden : Pertemuan Ma-Xi Bukti Nyata
Presiden : Pertemuan Ma-Xi Bukti Nyata

(Taiwan-ROC) – Pada hari sabtu (23/1), Presiden Ma Ying-jeou, saat menghadiri upacara peringatan Hari Kebebasan Dunia (World Freedom Day) mengatakan, sistem tata dasar pemikiran demokrasi Taiwan saat ini adalah perdamaian, terlebih perdamaian hubungan antar selat. Presiden juga mengatakan, bahwa dirinya saat bertemu dengan pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping, pada bulan November lalu di Singapura, telah membangun mekanisme komunikasi hubungan antar selat, sehingga tidak hanya sebagai simbolik tetapi juga bukti konkret dari hal tersebut.

Presiden mengatakan, Republik Tiongkok merupakan negara republic demokratik pertama di Asia yang sepanjang perjalananya diterpa banyak tantangan dan penuh kerja keras. Hal yang telah berjalan selama 70 tahun ini, telah menjadi akar dari demokrasi Taiwan dan saat ini telah dilaksanakan 6 kali pemilihan langsung.

Kepala Negara beranggapan, sistem tata dasar pemikiran demokrasi Taiwan saat ini adalah perdamaian, terlebih perdamaian hubungan antar selat. Karena apabila tidak ada perdamaian hubungan antar selat, perkembangan demokrasi Taiwan akan mendapat ancaman. Oleh karena itu, sejak dia menjabat pada tahun 2008, bersikeras pada konsensus 92, satu Tiongkok dengan persepsi masing-masing sebagai dasar mendorong perkembangan perdamaian hubungan antar selat.

Presiden mengatakan, hubungan saling percaya yang terbangun selama 8 tahun ini, dibuktikkan dengan pertemuan antara kedua pemimpin antar selat di Singapura pada tanggal 7 November yang lalu. Dari pertemuan tersebut, telah menghasilkan kesepakatan perihal transit wisatawan Daratan Tiongkok di Taiwan serta perkembangan Kerangka Kerjasama Ekonomi Antar Selat (ECFA). Oleh karena itu, “Pertemuan Ma-Xi” tidak hanya sebagai simbolisme saja, tetapi juga menjadi bukti nyata perdamaian antar selat. Kepala Negara mengatakan, “Saya menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan martabat, saat pertemuan dengan pemimpin Daratan Tiongkok Xi Jin-ping di Singapura, terhadap pertukaran pendapat perihal konsolidasi perdamaian antar selat serta mempertahankan keadaan selat Taiwan seperti saat ini, tidak hanya telah mencerminkan pertanyaan nyata dari kekhawatiran masyarakat Taiwan, tetapi juga telah membangun struktur yang stabil dan dapat bertahan lama dari hubungan antar selat. Perdamaian mekanisme komunikasi yang dibangun oleh kedua pemimpin antar selat, telah menjadi bukti nyata positif bagi dunia internasional. Pertemuan Ma-Xi tidak hanya sebagai simbolis tetapi juga sebagai bukti nyata.”

Kepala negara berharap, mekanisme pertemuan seperti ini dapat terus bertahan di masa mendatang, dan menjadi jembatan penghubung serta dasar yang kuat bagi perdamaian dan kemakmuran antar selat. Selain itu, dapat menjadikan keuntungan perdamaian antar selat, menjadi batu lompatan Taiwan ke dunia internasional dan menciptakan sebuah siklus yang baik dari hubungan antar selat dengan dunia internasional. Presiden percaya, perdamaian dapat memberikan kelangsungan kesempatan pengembangan terbaik bagi demokrasi liberal.

Komentar

Terbarumore