(Taiwan, ROC) – Beberapa saat yang lalu pihak Taiwan dan Jepang berniat membahas soal Jugun Ianfu (wanita korban perbudakan seks selama Perang Dunia Ke II), pada hari Kamis tanggal 21 Januari, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kemitraan Asia Timur, Kementerian Luar Negeri Tsai Ming-yao menyampaikan, sudah beberapa kali kami sampaikan sikap Republik Tiongkok, pihak Jepang juga menanggapinya dengan “Sikap yang tulus”, sampai saat ini MOFA masih akan terus berupaya semaksimal mungkin.
Sekjen Tsai menyampaikan, ”Masih akan terus berkomunikasi, karena sampai saat ini masih ada banyak hal yang perlu kita bicarakan baru bisa mendapatkan jawabannya, sampai saat ini masih belum ada jawaban.”
Berkaitan dengan hubungan dengan Jepang pasca Pemilihan Umum, Tsai menuturkan, Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri Jepang sebelumnya telah menyampaikan keterbukaannya, ini berarti mereka melihat pentingnya hubungan Taiwan-Jepang, juga membuktikan bahwa demokrasi liberal yang dicanangkan selama 10 tahun ini sudah mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari dunia.
Selain itu, Lee Chapman yang menjadi pelopor dari petisi di Inggris yang meminta agar pemerintahnya mengakui “Taiwan adalah sebuah negara”, sampai dengan tanggal 20 Januari telah mencapai jumlah 10 ribu orang, dalam waktu dekat pemerintah Inggris akan memasuki proses merespon, waktu yang diperlukan mungkin beberapa minggu, Wakil Juru Bicara MOFA Andrew Lee, pada hari Kamis tanggal 21 Januari, kembali merespon, ini adalah kebebasan rakyat Inggris, hal ini adalah urusan dalam negeri Inggris, MOFA tidak akan mengintervensi dan berkomentar.