(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(19/1) menghadiri seminar pembahasan ilmu internasional laut Tiongkok Selatan, Beliau mengatakan di masa lalu mengusulkan insiatif perdamaian laut Timur dan laut Tiongkok Selatan, mengharapkan agar setiap pihak dapat menyelesaikan secara damai, beberapa tahun yang lalu telah membuahkan hasil, diharapkan di masa mendatang akan tetap berlanjut.
Presiden dalam sambutan pembukaan mengatakan, di masa 8 tahun lalu, kerjasama antar selat telah menandatangani 23 perjanjian, berhasil mengubah medan peperangan menjadi jalan perdamaian. Di samping itu, Beliau pada masa 2012 mengusulkan prakarsa perdamaian laut Timur, setelah itu dapat melakukan perjanjian kerjasama sektor perikanan dengan Jepang secara baik, menyelesaikan persengketaan yang berlangsung selama bertahun-tahun; pada tahun 2015 terus melanjutkan semangat inisiatif perdamaian laut Timur dan mengusulkan prakarsa perdamaian Tiongkok Selatan, pada bulan Nopember 2015 bersama Filipina menandatangani perjanjian kerjasama di sektor perikanan, sehingga dapat mengurangi persengketaan sektor perikanan bilateral secara signifikan.
Presiden Ma mengatakan, Ia secara bertahap menciptakan perdamaian 3 laut, juga mengharapkan agar hasil baik tetap dapat dilanjutkan. Presiden Ma mengatakan: “semua mengharapkan kebijakan yang damai, cara damai tidak ada pihak yang kalah, cara perang tidak ada pihak yang menang. Di masa lalu kami dalam beberapa tahun secara bertahap mencetuskan perdamaian 3 laut, yakni selat Taiwan, laut Timur dan laut Tiongkok Selatan, kami secara sungguh-sungguh mengharapkan hasil ini di masa mendatang akan tetap berlanjut.”
Mengangkat masalah pulai Taiping, Presiden ma mengatakan bahwa pulau Taiping merupakan poros pengamatan iklim yang penting, pakar Taiwan mengharapkan adanya kerjasama secara internasional, pulau Taiping menjadi pos penelitian internasional yang penting; saat bersamaan, pulau taiping juga ada rumah sakit, presiden Ma juga mengharapkan agar pulau tersebut dapat memberikan layanan penyelamatan darurat.
Instansi terkait mengatakan, pertemuan kali ini mengundang pakar ilmu kelautan dan iklim dari berbagai negara, dilihat dari sisi sains menunjukkan nilai kesungguhan Taiwan pada masa jangka panjang.