History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perkembangan Antar Selat, Presiden Ma: Berkat Dukungan Amerika

  • 13 May, 2014
  • Editor
Perkembangan Antar Selat, Presiden Ma: Berkat Dukungan Amerika
Presiden Ma Bertemu Dengan Wada Pemikir, The Heritage Foundation

(Taiwan, ROC) Presiden Ma Ying-joeu hari ini(13) saat bertemu dengan wadah pemikir dari The Heritage Foundation mengatakan, semasa jabatannya beliau berupaya memperbaiki tingkat kepercayaan antar Taiwan-Amerika, semula dari hubungan antar pihak pemerintah secara tidak resmi belum pernah dirasakan sebaik ini; Tidak hanya demikian, di masa lalu dalam waktu 6 tahun, hubungan antar selat dan internasional juga mampu mendapatkan banyak perkembangan, hal ini merupakan dukungan dan hubungan akrab dengan Amerika.

  

Presiden Ma Ying-jeou pada tanggal 13 saat berada di kantor kepresidenan bertemu dengan delegasi wadah pemikir. Presiden menyampaikan, di masa 6 tahun yang lalu setelah Beliau menjabat sebagai presiden, berupaya memperbaiki hubungan kepercayaan pemerintah Taiwan-Amerika tingkat tinggi, dari kantor perwakilan Amerika di Taiwan(AIT) juga mengemukakan, hubungan antar pejabat tinggi Taiwan-Amerika tidak resmi tetap terjalin dengan baik dan belum pernah begitu baiknya.  

  

Presiden juga menambahkan di masa pemerintahannya dalam waktu 6 tahun yang lalu juga mempromosikan pembinaan hubungan antar selat dan secara internasional, menekankan berkat dukungan dari Amerika Serikat sehingga memberikan banyak perkembangan. Presiden Ma mengatakan: “Kami secara perlahan membangun sebuah struktur yang memberikan kemakmuran dan damai secara berkelanjutan, berharap di bawah struktur ini, masyarakat antar selat melakukan pertukaran, serta tetap mempertahankan damai makmur yang kontinyu. Dengan daya upaya ini, tidak hanya antar selat, juga secara internasional, semua dukungan dari pihak Amerika terhadap Taiwan sangat berpengaruh kuat.”

  

Presiden menambahkan, Taiwan dalam masa 6 tahun ini terus menerus menggalakkan liberalisasi perdagangan, berdasarkan The Heritage Foundation dalam awal tahun ini bersama dengan Wall Street Journal mengumumkan indeks perdagangan bebas tahun 2014, terdapat 185 negara berpartisipasi dalam evaluasi ini, Taiwan berada di posisi urutan ke-17, dibandingkan dengan masa lalu naik 3 peringkat; di antara 41 negara Asia tetap berada di peringkat ke-5, dengan kinerja yang melebihi dari Jepang dan Korea Selatan.

  

Presiden mengatakan, sebelum masa jabatannya, jumlah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas yang dilakukan oleh Republik Tiongkok terhitung sedikit, dengan demikian setelah Ia menjabat, maka mulai berinisiatif bersama dengan negara mitra dagang untuk melakukan penandatangan perjanjian kerjasama, di masa mendatang berharap dapat bergabung dengan kemitraan ekonomi komprehensif(RCEP) dan kemitraan trans-Pasifik(TPP), sehingga dapat mengintegrasikan Taiwan di tengah perekonomian regional, setidaknya Taiwan tidak akan terpinggirkan. 

Komentar

Terbarumore